Jakarta, IDN Times - Perusahaan raksasa makanan asal Swiss, Nestle, secara resmi mengumumkan pemberlakuan sistem pengukuran kinerja baru yang lebih ketat bagi seluruh karyawannya, pada Rabu (25/2/2026). Kebijakan ini dirancang untuk memberikan tekanan lebih besar kepada pekerja yang tidak mencapai target yang telah ditetapkan.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya transformasi yang dipimpin oleh CEO Philipp Navratil untuk memulihkan pertumbuhan volume penjualan dan meningkatkan efisiensi operasional di tengah persaingan pasar global yang semakin menantang.
Philipp Navratil, yang menjabat sebagai pimpinan tertinggi sejak September tahun lalu, berambisi untuk merevitalisasi kondisi perusahaan melalui restrukturisasi besar-besaran, termasuk pemangkasan 16 ribu posisi pekerjaan. Saat ini, fokus Nestle diarahkan pada empat pilar bisnis utama sambil melepas aset-aset non-strategis, seperti lini bisnis es krim, air minum kemasan, dan beberapa merek vitamin tertentu.
