Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Nvidia dan Eli Lilly Bangun Lab Riset Bersama Senilai Rp16,8 Triliun

Nvidia dan Eli Lilly Bangun Lab Riset Bersama Senilai Rp16,8 Triliun
Ilustrasi nvidia (freepik.com/UMA media)
Intinya sih...
  • Laboratorium mulai beroperasi pada Maret 2026 di South San Francisco
  • Pengembangan sistem pembelajaran berkelanjutan yang menghubungkan laboratorium basah agentik milik Eli Lilly dengan laboratorium kering komputasional berbasis komputasi Nvidia.
  • Proyek "AI factory" untuk revolusi penemuan obat melalui pembangunan superkomputer dengan lebih dari 1.000 chip Grace Blackwell buatan Nvidia.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perusahaan teknologi Nvidia dan raksasa farmasi asal Amerika Serikat (AS), Eli Lilly mengumumkan investasi senilai 1 miliar dolar AS (Rp16,8 triliun) untuk membangun laboratorium riset bersama di kawasan Teluk San Francisco.

Laboratorium tersebut akan difokuskan pada riset dan pengembangan akal imitasi (AI) untuk mempercepat proses penemuan dan pengembangan obat baru. Proyek ini juga akan memanfaatkan chip AI generasi terbaru Nvidia Vera Rubin dalam periode kerja sama selama lima tahun ke depan.

Kolaborasi ini diharapkan memperkuat integrasi teknologi komputasi canggih dengan penelitian biomedis guna meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam inovasi farmasi.

Table of Content

1. Laboratorium mulai beroperasi pada Maret 2026

1. Laboratorium mulai beroperasi pada Maret 2026

Laboratorium co-inovasi AI yang dibangun oleh Nvidia dan Eli Lilly akan berlokasi di South San Francisco dan dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir Maret 2026. Kedua perusahaan mengalokasikan investasi hingga 1 miliar dolar AS (Rp16,8 triliun) dalam lima tahun, mencakup talenta, infrastruktur, dan daya komputasi untuk mendukung riset berbasis AI di bidang pengembangan obat.

Dalam kolaborasi ini, Eli Lilly akan menyediakan keahlian penelitian dan pengembangan (R&D) obat serta infrastruktur laboratorium, sementara Nvidia menyumbangkan kemampuan teknologinya, termasuk model biologi terbuka, model fondasi multimodal, AI agentik, AI fisik, serta kapasitas komputasi berbasis DGX Cloud.

Laboratorium tersebut akan dibangun di atas platform Nvidia BioNeMo, yang dirancang untuk memproses data biomedis berskala besar dan melatih model AI canggih guna mempercepat penemuan serta pengujian molekul obat baru.

“AI sedang mengubah setiap industri, dan dampak paling mendalamnya akan terjadi di ilmu hayati,” ujar CEO Nvidia, Jensen Huang, dikutip The Economic Times.

2. Laboratorium kembangkan sistem pembelajaran berkelanjutan untuk riset obat

Laboratorium co-inovasi AI yang dibangun oleh Nvidia dan Eli Lilly menargetkan pengembangan sistem pembelajaran berkelanjutan yang menghubungkan laboratorium basah agentik milik Eli Lilly dengan laboratorium kering komputasional berbasis komputasi Nvidia. Sistem ini dirancang untuk memungkinkan eksperimen AI yang berlangsung selama 24 jam penuh setiap hari guna mempercepat proses penelitian dan pengembangan obat.

Dalam fasilitas ini, tim gabungan yang terdiri atas ahli biologi, ilmuwan, dan dokter dari Eli Lilly akan bekerja berdampingan dengan para insinyur AI dari Nvidia. Bersama-sama, mereka akan membangun model fondasi dan model frontier generasi berikutnya untuk biologi dan kimia dengan memanfaatkan arsitektur Nvidia Vera Rubin.

Fokus utama laboratorium ini adalah menghasilkan data laboratorium dunia nyata untuk melatih dan memvalidasi model AI, sehingga dapat memperpendek proses dari tahap hipotesis menuju penemuan ilmiah.

Lab co-inovasi ini didedikasikan untuk mencapai penemuan yang dipercepat dan pengembangan model AI guna meningkatkan proses klinis,” ujar Kimberly Powell, Wakil Presiden Divisi Kesehatan Nvidia, dikutip Bloomberg Law News.

3. Proyek laboratorium melanjutkan inisiatif "AI factory" untuk revolusi penemuan obat

Pengumuman kerja sama antara Nvidia dan Eli Lilly menjadi kelanjutan dari proyek “AI factory” yang sedang dijalankan Eli Lilly dengan dukungan teknologi Nvidia. Proyek tersebut mencakup pembangunan superkomputer dengan lebih dari 1.000 chip Grace Blackwell buatan Nvidia untuk mempercepat penelitian dan pengolahan data skala besar di bidang kesehatan.

Selain untuk mempercepat penemuan obat, teknologi kecerdasan buatan ini juga akan diterapkan dalam berbagai tahap pengembangan klinis, proses manufaktur, hingga operasi komersial. Salah satu penerapannya adalah pengembangan digital twin untuk mengoptimalkan rantai pasok farmasi dan distribusi obat secara lebih efisien.

Eli Lilly berkomitmen untuk memimpin penerapan AI dalam penemuan dan pengembangan obat, dengan fokus pada peningkatan kemampuan generasi data serta pembuatan model-model biologis yang lebih akurat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Diancam AS, Kenya Tunda Perjanjian Perdagangan Bebas dengan China

13 Jan 2026, 18:05 WIBBusiness