Harga Emas Antam Anjlok Pagi Ini, Turun Rp77 Ribu!

- Harga emas Antam turun signifikan Rp77 ribu menjadi Rp3.045.000 per gram, sementara harga buyback anjlok lebih dalam hingga Rp107 ribu ke level Rp2.794.000 per gram.
- Daftar harga emas batangan Antam bervariasi dari pecahan 0,5 gram hingga 1.000 gram, belum termasuk pajak PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP.
- Perencana keuangan Andy Nugroho menilai emas fisik tergolong investasi berisiko rendah namun tetap memiliki potensi kehilangan atau pencurian, dengan imbal hasil sebanding tingkat risikonya.
Jakarta, IDN Times - Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami penurunan signifikan pada hari ini, Rabu (4/3/2026) .
Berdasarkan situs logammulia.com, harga emas hari ini turun Rp77 ribu menjadi Rp3.045.000 per gram.
1. Harga buyback juga anjlok
Lebih lanjut, harga buyback hari ini mengalami penurunan lebih dalam, yakni Rp107 ribu menjadi Rp2.794.000 per gram.
Harga buyback adalah harga yang ditetapkan Antam saat membeli emas logam mulia dari konsumen yang menjual ke Butik Emas Logam Mulia (BELM) Antam.
2. Harga emas batangan Antam dalam pecahan lain
Berikut ini harga emas batangan Antam per hari ini dalam pecahan lain:
• Harga emas 0,5 gram: Rp1.527.500
• Harga emas 1 gram: Rp3.045.000
• Harga emas 2 gram: Rp6.040.000
• Harga emas 3 gram: Rp9.042.000
• Harga emas 5 gram: Rp15.040.000
• Harga emas 10 gram: Rp30.000.000
• Harga emas 25 gram: Rp78.835.000
• Harga emas 50 gram: Rp149.505.000
• Harga emas 100 gram: Rp298.960.00
• Harga emas 250 gram: Rp746.840.000
• Harga emas 500 gram: Rp1.493.400.000
• Harga emas 1.000 gram: Rp2.985.600.000
Harga jual emas tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.
3. Emas fisik merupakan instrumen investasi berisiko rendah
Setiap instrumen investasi memiliki tingkat risiko berbeda. Ada yang rendah, moderat atau menengah, hingga berisiko tinggi.
Menurut perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, salah satu instrumen investasi berisiko rendah adalah logam mulia atau emas fisik. Namun, emas juga memiliki risiko tinggi hilang atau dicuri, terutama ketika dibawa bepergian.
"Risiko rendah karena pertumbuhan nilai sudah lebih tinggi dibanding bunga bank, tapi juga fluktuatif, cukup likuid. Kenapa bisa juga dikategorikan risiko tinggi, karena mudah atau rawan hilang, dicuri. Di satu sisi dia sangat praktis, mudah dibawa-bawa. Tapi itu bisa dicuri," ucap Andy kepada IDN Times.
Selain itu, Andy mengingatkan agar masyarakat memahami instrumen-instrumen investasi yang rendah risiko, tentunya juga akan memberikan imbal hasil yang lebih kecil.
Sebaliknya, jika kamu mencari instrumen investasi yang imbal hasil lebih besar, maka risikonya juga tinggi atau peluang menghadapi kerugian lebih besar, high risk high return.
"Dengan adanya risiko rendah berarti return juga kecil. Jadi jangan sampai orang berasumsi risiko rendah tapi return tinggi," kata Andy.


















