Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Orang Terkaya Afrika Gandeng BUMN India Bangun Kilang Minyak Terbesar
ilustrasi fasilitas pengeboran minyak lepas pantai (unsplash.com/zacharytheodore)

Intinya sih...

  • Dangote dan EIL setujui kontrak senilai Rp5,9 triliun

  • EIL sebut proyek Dangote punya peran signifikan di Nigeria

  • Dangote berniat ekspansi kapasitas industri petromikia

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Orang terkaya di Afrika, Aliko Dangote menyetujui perjanjian dengan perusahaan India, Engineers India Ltd (EIL) untuk mengekspansi kilang minyak dan petrokimia di Lagos. Langkah ini disebut penting untuk mendongkrak kapasitas industri Nigeria. 

Setahun terakhir, Presiden Dangote Group tersebut sudah melakukan ekspansi di berbagai industri di negara Afrika, seperti Ethiopia dan Zimbabwe. Perusahaan Dangote bergerak di industri minyak, semen, pupuk, gula, dan pengolahan makanan.

1. Dangote dan EIL setujui kontrak senilai Rp5,9 triliun

ilustrasi kilang minyak (unsplash.com/mantasos)

Kontrak baru antara Dangote Group dan EIL ini bernilai 350 juta dolar AS (Rp5,9 triliun). Dalam persetujuan ini, perusahaan milik negara India itu akan menjadi konsultan manajemen proyek teknis dari proyek ekspansi Kilang Minyak Dangote. 

Dilansir Business Insider Africa, perjanjian ini meliputi pembangunan fasilitas baru penyulingan minyak dan penambahan kapasitas dari awalnya 650 ribu barel per hari menjadi 1,4 juta barel per hari. Setelah diresmikan, fasilitas tersebut diklaim akan menjadi kilang minyak dan kompleks petrokimia tunggal terbesar di dunia. 

2. EIL sebut proyek Dangote punya peran signifikan di Nigeria

ilustrasi bendera Nigeria (pixabay.com/David_Peterson)

EIL menyebut, proyek ekspansi Dangote Group ini akan punya peran penting bagi Nigeria. Sebab, negara dengan penduduk terbesar di Afrika itu rawan terdampak kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). 

“Proyek Dangote Group ini memiliki dampak signifikan dan akan menjadi kompleks kilang minyak tunggal terbesar di dunia,” tutur perusahaan yang berbasis di New Delhi tersebut, dikutip dari Business Day.

Pada fase kedua ekspansi kilang minyak milik Dangote Group ini akan meningkatkan level BBM menjadi Euro VI. Dengan ini, standar ditingkatkan untuk memenuhi emisi yang lebih ketat dibandingkan Euro V.  

3. Dangote berniat ekspansi kapasitas industri petromikia

ilustrasi Afrika (unsplash.com/jameswiseman)

Tak hanya mendongkrak produksi BBM, Dangote Group juga berniat mengekspansi industri petrokimia. Sesuai rencananya, perusahaan itu akan meningkatkan produksi polipropilen dari 830 ribu ton per tahun menjadi 2,4 juta ton per tahun. 

Sebagai informasi, Dangote Group sudah menjadi perusahaan multinasional terbesar dan paling berpengaruh di Afrika. Ekspansi Dangote Group ini bertujuan untuk memposisikan Nigeria sebagai negara industri dan eksportir berbagai produk di Afrika.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team