Orang Terkaya Afrika Dorong Nigeria Jadi Pusat Manufaktur Afrika

- Dangote dorong daya saing dan efisiensi industri di Nigeria
- Dangote Petroleum kirim lebih dari 2 ribu truk BBM, pangkas harga dan berikan jaminan bank
- Perseteruan antara Dangote dan Kepala NMDPRA menyebabkan mundurnya pejabat terkait
Jakarta, IDN Times - Orang terkaya di Afrika, Aliko Dangote mengatakan bahwa Nigeria harus meningkatkan produksi lokal dan mengurangi impor. Dengan ini, Nigeria akan mampu memposisikan diri sebagai pusat manufaktur di Benua Afrika.
Pekan lalu, Dangote sudah menargetkan perusahaannya Dangote Group untuk meraup keuntungan hingga 100 miliar dolar AS (Rp3.332 triliun) pada 2030. Alhasil, Dangote sudah berinvestasi di sejumlah sektor industri di berbagai negara Afrika.
1. Dorong daya saing dan efisiensi industri di Nigeria

Dangote menyebut, kesempatan Nigeria terlihat dalam African Continental Free Trade Area (AfCFTA). Ia mengingatkan pentingnya efisiensi dan peningkatan daya saing industri di Nigeria.
“AfCFTA akan memberikan bisnis Nigeria akses ke pasar benua yang sangat luas, tetapi hanya perusahaan yang mampu meningkatkan efisiensi dan memiliki daya saing harga yang akan mendapatkan keuntungan dari ini,” ungkap Dangote, dikutip dari APA News.
Sementaraitu, Direktur Financial Derivatives Company, Bismarck Rewane menyebut bahwa tren makroekonomi, indikator kebijakan, dan dinamika pasar sangat penting bagi strategi jangka panjang. Dengan itu, besar kecilnya ekspansi industri Nigeria akan ditentukan.
2. Dangote Petroleum mampu kirim lebih dari 2 ribu truk BBM

Kilang Minyak Dangote Petroleum sudah meningkatkan pengiriman bahan bakar minyak (BBM) hingga lebih dari 2 ribu truk per hari. Jumlah ini meningkat dari sebelumnya yang hanya 1.000 truk per harinya.
Dilansir Vanguard News, keputusan Dangote Petroleum untuk memangkas harga BBM menjadi 699 naira (Rp8 ribu) per liter. Alhasil, sejumlah pengusaha lokal dan regional tertarik membeli BBM dari Dangote Petroleum dalam jumlah besar.
Tak hanya memangkas harga, Dangote Petroleum juga memberikan jaminan bank selama 10 hari. Dengan ini, pembeli dapat mengangkut BBM ketika menyelesaikan dokumentasi pembayarannya.
3. Dangote dan Kepala NMDPRA terlibat perseteruan

Pekan lalu, Dangote dan Kepala Nigerian Midstream and Downstream Petroleum Regulatory Authority (NMDPRA), Farouk Ahmed terlibat perseteruan. Alhasil, Ahmed dan dua pejabat lainnya akhirnya memutuskan mundur dari jabatannya.
Dikutip dari Punch News, Dangote menuding bahwa Ahmed menyabotase ekonomi Nigeria. Ia pun mendorong Komisi Praktik Korup Independen (ICPC) untuk menginvestigasi Ahmed atas kekayaan pribadinya yang mencurigakan.


















