Orang Terkaya Afrika Naikkan Produksi BBM Nigeria supaya Tidak Impor

- Kapasitas produksi BBM di Nigeria naik 64% dalam sebulan terakhir
- CEO Kilang Minyak Dangote berjanji akan menstabilkan harga BBM di Nigeria untuk menghindari gejolak akibat ketidakstabilan harga minyak mentah global
- Dangote menyebut pajak tinggi sebagai penyebab harga semen produksinya di Nigeria lebih mahal dibandingkan negara Afrika lainnya
Jakarta, IDN Times - Orang terkaya di Afrika, Aliko Dangote memastikan bahwa perusahaannya sudah mendongkrak suplai bahan bakar minyak (BBM) di Nigeria. Dengan demikian, ia berharap Nigeria tidak perlu menggantungkan impor BBM dari negara lain.
Sebelumnya, Dangote menuding Kepala Nigerian Midstream and Downstream Petroleum Regulatory Authority (NMDPRA), Farouk Ahmed terlibat skandal korupsi untuk menyekolahkan anaknya di luar negeri. Tak lama, Faruk memutuskan untuk mundur dari jabatannya.
1. Cadangan BBM di Nigeria melonjak 64 persen

Kilang Minyak Dangote berhasil menaikkan kapasitas produksinya dalam sebulan terakhir dengan rata-rata produksi 32 juta liter per hari. Alhasil, cadangan BBM Nigeria melonjak hingga 64 persen.
Dilansir Business Day, lonjakan produksi BBM ini menjadi yang tertinggi dan menunjukkan perbaikan suplai BBM dalam negeri. Kenaikan produksi ini membuktikan bahwa produksi BBM Nigeria semakin efisien. Peningkatan produksi ini tak lain setelah restrukturisasi manajemen NMDPRA usai kepergian Ahmed. Sebelumnya, seluruh pihak di industri minyak harus berkoordinasi dengan pemerintah dan operator.
2. CEO Kilang Minyak Dangote janji akan stabilkan harga BBM di NIgeria

CEO Kilang Minyak Dangote, David Bird mengatakan bahwa perusahaannya akan menargetkan stabilitas harga BBM di Nigeria. Langkah ini untuk menghindari gejolak menyusul ketidakstabilan harga minyak mentah global.
“Dari stabilitas harga, ini adalah harapan dari presiden sesegera mungkin, Di Australia, harga BBM dapat berubah tiga kali sehari. Ini sangat tidak stabil dan tidak dapat dijustifikasi,” paparnya, dilansir Nairametrics.
Bird mengakui bahwa ketidakstabilan harga didorong oleh harga minyak mentah. Namun, perusahaannya akan berfokus pada memastikan perubahan harga masih dalam jangkauan prediksi dan dapat diatur.
3. Dangote sebut pajak tinggi sebabkan harga semen di Nigeria lebih mahal

Dangote mengatakan bahwa harga semen produksi perusahaannya di Nigeria lebih mahal dibandingkan negara Afrika lain karena pajak dan regulasi yang rumit. Ia menyebut, ekspor ke negara lain membuat semennya tidak mendapat pajak tinggi.
“Ketika Anda melihat faktur saya, semen yang saya ekspor lebih murah dibanding yang dijual di dalam negeri karena itu adalah cara kerja ekspor. Dengan ekspor, saya dapat menghemat banyak uang dan tidak membayar 30 persen pajak,” ungkapnya, dikutip dari APA News.
Ia mengatakan, pengurangan pajak membuat semen asal Nigeria dapat bersaing di pasar internasional. Dangote menyebut, semennya mampu bersaing dari produsen lain asal Turki, Rusia, dan China.


















