Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rupiah Menguat Mengawali Pekan, Minyak Rusia Jadi Sentimen Positif
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Rupiah menguat pada awal perdagangan Senin ke level Rp17.879 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.08 WIB.

  • Penurunan harga minyak dunia dan indeks dolar AS menjadi faktor yang mendukung peluang penguatan rupiah.

  • Penguatan rupiah diperkirakan terbatas oleh situasi geopolitik Timur Tengah, dengan proyeksi pergerakan Rp17.850-Rp17.950 per dolar AS.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat

Rupiah ditutup di posisi Rp17.899 per dolar AS pada perdagangan sebelumnya.

Senin (12/10/2026)

Rupiah dibuka di level Rp17.895 per dolar AS pada awal perdagangan.

pukul 09.08 WIB

Rupiah menguat 20 poin atau 0,11 persen ke level Rp17.879 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg.

hari ini

Lukman Leong memperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS.

sepanjang tahun ini

Rupiah tercatat bergerak dengan pelemahan sebesar 7,19 persen.

Dalam 52 minggu terakhir

Nilai tukar rupiah berada di rentang Rp16.554 hingga Rp18.209 per dolar AS.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Nilai tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,11 persen menjadi Rp17.879 per dolar AS pada awal perdagangan.
  • Who?
    Rupiah, dolar AS, pengamat pasar uang Lukman Leong, Rusia, dan Presiden AS Donald Trump.
  • Where?
    Perdagangan rupiah terhadap dolar AS di pasar valuta asing Indonesia.
  • When?
    Awal perdagangan Senin (12/10/2026), berdasarkan data hingga pukul 09.08 WIB.
  • Why?
    Penurunan harga minyak mentah dunia dan indeks dolar AS, serta harapan pasokan bahan bakar diesel kembali lebih aman.
  • How?
    Rusia berencana meningkatkan pasokan minyak hariannya atas permintaan Presiden AS Donald Trump, sementara situasi geopolitik Timur Tengah dapat membatasi penguatan rupiah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rupiah menguat saat perdagangan dimulai pada Senin. Nilainya menjadi Rp17.879 untuk satu dolar AS. Lukman Leong bilang harga minyak dan kekuatan dolar sedang turun, sehingga rupiah bisa menguat. Namun, keadaan di Timur Tengah sedang panas, jadi penguatan rupiah mungkin tidak besar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pergerakan rupiah pada awal perdagangan tercatat jelas, termasuk level pembukaan, penguatan hingga pukul 09.08 WIB, serta kisaran proyeksi untuk perdagangan hari ini. Faktor pendukung dan risiko yang membatasi penguatan juga disampaikan, sehingga kondisi pasar dapat dipahami melalui data dan penjelasan pengamat pasar uang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Senin (12/10/2026). Rupiah dibuka di level Rp17.895 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.08 WIB, rupiah menguat 20 poin atau 0,11 persen ke level Rp17.879 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah ditutup di posisi Rp17.899 per dolar AS pada perdagangan Jumat.

1. Dolar melemah di tengah penurunan harga minyak

Pengamat pasar uang Lukman Leong memperkirakan rupiah berpeluang menguat didukung penurunan harga minyak mentah dunia dan melemahnya indeks dolar AS. Indeks dolar merupakan ukuran yang digunakan untuk melihat kekuatan dolar AS dibandingkan sejumlah mata uang utama dunia.

Harga minyak dan indeks dolar turun karena pasar melihat ada harapan pasokan bahan bakar diesel kembali lebih aman. Harapan itu muncul setelah Rusia berencana meningkatkan pasokan minyak hariannya atas permintaan Presiden AS Donald Trump.

"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS di tengah penurunan harga minyak dunia dan indeks dolar oleh harapan meredanya kelangkaan bahan bakar diesel yang akan dilepas Rusia tiap hari atas permintaan Trump," kata Lukman.

2. Konflik Timur Tengah bisa menahan penguatan rupiah

Meski begitu, penguatan rupiah diperkirakan tidak akan terlalu besar. Lukman mengatakan situasi geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas dapat membatasi penguatan rupiah.

"Penguatan (nilai tukar rupiah) diperkirakan terbatas oleh situasi geopolitik di timteng yang kembali memanas," ujar Lukman.

3. Proyeksi pergerakan rupiah terhadap dolar AS hari ini

Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS. Sementara sepanjang pagi, rupiah bergerak di kisaran Rp17.879-Rp17.895 per dolar AS.

Di sisi lain, sepanjang tahun ini rupiah tercatat bergerak dengan pelemahan sebesar 7,19 persen. Dalam 52 minggu terakhir, nilai tukar rupiah berada di rentang Rp16.554 hingga Rp18.209 per dolar AS.

Curated For You

Editorial Team

Related Article