Jakarta, IDN Times - Industri Hasil Tembakau (IHT) disebut-sebut memiliki multiplier effect alias dampak berganda bagi perekonomian, mulai dari penyerapan tenaga kerja sampai kontribusi pendapatan bagi daerah dan pemerintah pusat. Salah satu wilayah penghasil tembakau dengan pertumbuhan pesat adalah Madura.
Hal itu yang membuat pemilik pabrik rokok (PR) Cahaya Pro, Fathor Rosi menginginkan dukungan kebijakan yang tepat dari pemerintah dalam rangka pengembangan IHT Madura. Adapun kebijakan yang dimaksud adalah pembinaan, bukan pengetatan secara berlebihan.
"Para pengusaha IHT Madura selama ini tegak lurus dan karena itu pemerintah pusat sebagai pengambil kebijakan itu tegak lurus saja. Jangan sampai pemerintah pusat membunuh industri hasil tembakau," kata Fathor, Kamis (8/1/2026).
