Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemerintah Siapkan Dana Rp1.896 Triliun untuk Program Prioritas 2027
Menkeu, Gubernur BI, Bappenas rapat kerja bersama Badan anggaran. (IDN Times/Triyan)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp1.720 triliun hingga Rp1.896 triliun untuk membiayai Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) pada 2027. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kebutuhan pendanaan PKPN tersebut telah diperhitungkan dalam penyusunan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027.

Menurut dia, pendanaan PKPN akan bersumber dari belanja pemerintah pusat, optimalisasi transfer ke daerah dan dana desa, serta pembiayaan anggaran.

"Besaran postur makro fiskal tahun 2027 ini telah memperhitungkan kebutuhan pendanaan berbagai PKPN yang diperkirakan mencapai Rp1.720 triliun hingga Rp1.896 triliun," ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, dikutip, Rabu (10/6/2026).

1. APBN 2027 diarahkan dukung delapan klaster prioritas nasional

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Trio Hamdani)

Purbaya menjelaskan, kebijakan fiskal tahun 2027 akan difokuskan untuk mendukung delapan klaster PKPN dan satu program pendukung (enabler) yang mencakup 60 program kerja. Langkah tersebut ditempuh agar upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan lebih efektif.

Adapun delapan klaster PKPN meliputi kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan dan ketahanan bencana, penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, serta penurunan kemiskinan.

"Sementara itu, program pendukung adalah penguatan di bidang pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, percepatan digitalisasi, dan diplomasi ekonomi," kata Purbaya.

2. Pemerintah tetapkan target defisit APBN 1,8-2,4 persen

Gubernur BI Perry Warjiyo, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Komisi XI DPR Mohammad Hekal, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa di DPR (IDN Times/Trio Hamdani)

Dalam KEM-PPKF 2027, pemerintah menetapkan target defisit anggaran pada kisaran 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Sementara itu, pendapatan negara diproyeksikan berada pada kisaran 11,82 persen hingga 12,4 persen terhadap PDB, dengan tax ratio sebesar 10,02 persen hingga 10,5 persen terhadap PDB.

"Belanja negara direncanakan mencapai 13,62 persen hingga 14,8 persen terhadap PDB," jelasnya.

3. Pemerintah lanjutkan reformasi fiskal

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Trio Hamdani)

Menurut Purbaya, pemerintah juga akan melanjutkan reformasi fiskal melalui optimalisasi pendapatan negara dengan tetap menjaga iklim investasi dan kelestarian lingkungan.

Selain itu, pemerintah akan memperkuat kualitas belanja melalui kebijakan efisiensi dan refocusing anggaran ke sektor yang lebih produktif, serta mengelola pembiayaan defisit secara inovatif, prudent, dan berkelanjutan.

Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga kesehatan fiskal, memperkuat kredibilitas APBN, serta memastikan keberlanjutan pengelolaan keuangan negara dalam jangka panjang.

Editorial Team

Related Article