Pernah merasa kemasan produk langganan terlihat sama, tetapi isinya ternyata semakin sedikit dibanding beberapa bulan sebelumnya? Strategi tersebut dikenal sebagai shrinkflation, yaitu kondisi ketika produsen mengurangi ukuran atau jumlah produk sembari mempertahankan harga jual atau menaikkannya dalam kadar yang relatif kecil. Fenomena ini biasanya muncul ketika biaya bahan baku, produksi, distribusi, atau berbagai pengeluaran lain meningkat sehingga perusahaan perlu menyesuaikan strategi bisnisnya.
Bagi konsumen, perubahan isi produk memang sering terasa lebih samar dibanding kenaikan harga yang langsung terlihat pada label di rak toko. Sementara bagi brand, mempertahankan angka harga tertentu dapat membantu menjaga persepsi konsumen sekaligus mengurangi risiko penurunan permintaan secara drastis. Lantas, mengapa mengecilkan isi produk dapat dianggap lebih menguntungkan daripada langsung menaikkan harga secara terang-terangan, yuk pahami alasannya bersama.
