Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perminas Bakal Produksi Magnet Tanah Jarang Bareng Perusahaan India
Enam oksida unsur tanah jarang, yaitu praseodimium, serium, lantanum, neodimium, samarium, dan gadolinium. (Peggy Greb, US department of agriculture, Public Domain, via Wikimedia Commons)
  • India dan Indonesia sepakat menjalin kerja sama pengembangan mineral tanah jarang melalui Midwest Group dan Perminas untuk produksi magnet tanah jarang di Indonesia bagi pasar global.
  • Delegasi Perminas telah meninjau kemampuan industri India, dengan rencana alih teknologi, perancangan bersama, serta pembangunan fasilitas produksi di Indonesia sebagai langkah awal kolaborasi.
  • Pemerintah India menegaskan sektor mineral kritis menjadi bidang strategis dalam kemitraan ekonomi dengan Indonesia, memanfaatkan kebutuhan industri India dan sumber daya besar yang dimiliki Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - India mengungkap rencana kerja sama dengan Indonesia terkait pengembangan mineral tanah jarang (rare earth). Proyek tersebut akan memanfaatkan cadangan unsur tanah jarang berat (heavy rare earths) yang tersedia di Indonesia.

Duta Besar India untuk Republik Indonesia, Sandeep Chakravorty mengatakan kerja sama antara Midwest Group dan PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau Perminas mencakup berbagai hal.

"Akan ada sebuah proyek di Indonesia, disertai dengan alih teknologi, pengembangan teknologi di India, serta produksi magnet tanah jarang (rare earth magnets) di Indonesia untuk pasar global. Itulah pemahaman yang telah dicapai," katanya dalam media briefing di Jakarta, Selasa (7/7/2026) malam.

1. Proyek akan direalisasikan lewat kontrak lanjutan

ilustrasi bisnis kontrak (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Sandeep mengatakan, realisasi keseluruhan proyek akan dilakukan melalui kontrak-kontrak lanjutan. Saat ini, kedua pihak telah memiliki kesepahaman umum terkait rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, tahapan berikutnya akan menentukan bentuk pelaksanaan proyek secara lebih lanjut.

"Melalui kontrak-kontrak berikutnya, keseluruhan proyek tersebut akan mulai direalisasikan. Saat ini sudah ada kesepahaman umum mengenai apa yang ingin dilakukan kedua belah pihak," ujar dia.

2. Perminas sudah tinjau kemampuan industri India

ilustrasi seorang profesional melakukan presentasi analisis data di lingkungan kantor (pexels.com/Produksi Kampus)

Sandeep menyampaikan, delegasi Perminas sebelumnya telah berkunjung ke India untuk melihat langsung kemampuan industri yang dimiliki negara tersebut.

Kerja sama yang disiapkan mencakup alih teknologi, perancangan bersama (co-design), serta pembangunan bersama (co-build) fasilitas di Indonesia. Dia menyebut langkah awal kerja sama tersebut sudah dimulai.

"Baru-baru ini, delegasi Perminas juga telah mengunjungi India dan melihat secara langsung kemampuan yang kami miliki," paparnya.

3. India sebut mineral kritis jadi bidang strategis

Ilustrasi pertambangan (unsplash.com/MiningWatch Portugal)

Sekretaris Bidang Timur Kementerian Luar Negeri India, Rudrendra Tandon mengatakan sektor pertambangan dan mineral kritis menjadi salah satu bidang penting dalam kerja sama ekonomi kedua negara. Dia menjelaskan, para pemimpin kedua negara tidak membahas rincian perjanjian komersial dalam pertemuan bilateral. Namun, sektor tersebut menjadi bagian dari Kemitraan Strategis Komprehensif India-Indonesia.

Rudrendra menyebut India memiliki kebutuhan besar terhadap mineral kritis dan industri yang mampu melakukan investasi. Di sisi lain, Indonesia memiliki sumber daya yang besar di sektor tersebut.

"Hal tersebut menjadi landasan bagi terjalinnya kerja sama ekonomi yang sangat erat antara kedua negara di sektor ini," kata Rudrendra.

Curated For You

Editorial Team

Related Article