Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Perombakan di RUPSLB Telkom: Dirut dan Direktur IT Tak Lagi Menjabat

3 min read
Perombakan di RUPSLB Telkom: Dirut dan Direktur IT Tak Lagi Menjabat
Gedung Telkom (Doc. Telkom)
  • RUPSLB Telkom pada 30 September 2026 mencopot Dian Siswarini dari jabatan Direktur Utama dan menunjuk Nanang Hendarno sebagai penggantinya.

  • Faizal Rochmad Djoemadi dicopot sebagai Direktur IT Digital, lalu posisi tersebut diisi Kharim I.G Siregar.

  • Perombakan juga menempatkan Budi Satria Dharma Purba sebagai Direktur Network dan Radita Ali Putra sebagai Direktur Wholesale & International, tanpa perubahan Dewan Komisaris.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) pada Rabu (30/9/2029) menjadi mengejutkan dan sorotan.

Pucuk pimpinan BUMN telekomunikasi itu, yakni Dian Siswarini selaku Direktur Utama (Dirut) diganti. Dian mengakhiri tugasnya, padahal baru menjabat selama 1 tahun 4 bulan, terhitung sejak 27 Mei 2025.

RUPSLB Telkom Indonesia itu digelar di kantor pusat, yakni di gedung Telkom Hub yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Kavling 52, Kuningan, Jakarta Selatan.

Hasil RUPSLB tak hanya mengganti Dian dengan Nanang Hendarno, tapi juga Faizal Rochmad Djoemadi yang diberhentikan dari posisi Direktur IT Digital dan diganti dengan sosok baru, Kharim I.G Siregar. Faizal juga baru mengabdi di Telkom Indonesia selama 1 tahun 4 bulan, seperti Dian.

Selain itu, pemegang saham juga merombak tiga posisi direksi. Berbeda dengan jajaran direksi, jajaran dewan komisaris tak mengalami perubahan sama sekali.

Adapun pengisi jabatan Direktur Network saat ini adalah Budi Satria Dharma Purba yang sebelumnya menjabat Direktur Wholesale & International. Pemegang saham juga mengangkat Radita Ali Putra menjadi Direktur Wholesale & International.

  1. 1. Isu Dian bakal diganti sudah mencuat

    Foto 2 (8).JPG
    Dian Siswarini. (dok. Telkom)

    Mata acara perubahan pimpinan Telkom Indonesia bukanlah kabar mengagetkan. Sebelumnya, perusahaan telah mengumumkan pemanggilan RUPSLB melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 8 September 2026.

    Kala itu, Telkom Indonesia merilis lembar pengumuman pemanggilan RUPSLB yang berisikan dua mata acara. Pertama, pengambilan keputusan pemisahan atau spin-off sebagian segmen usaha wholesale fiber connectivity tahap kedua kepada PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia). Kedua, perubahan susunan perseroan.

    Dalam pengumuman itu, tak ada penjelasan terkait perubahan direksi. Namun, isu Dian Siswarini diberhentikan sudah mencuat, bahkan sebelum keputusan RUPSLB diketok. Adapun RUPSLB sendiri dijadwalkan terlaksana pada hari ini, pukul 14.00 WIB sampai selesai.

    Media massa sendiri diundang untuk hadir di Telkom Hub dalam rangka meliput spin-off bisnis wholesale fiber connectivity Telkom Indonesia ke Infranexia, yang dijadwalkan pukul 15.30 WIB. Tak ada keterangan konferensi pers mengenai pengumuman hasil RUPSLB.

  2. 2. Hasil RUPSLB diumumkan hampir 3 jam setelah acara dimulai

    Foto 3 (1) (2).jpeg
    Gedung Telkom. (dok. Telkom)

    Berdasarkan informasi yang diperoleh IDN Times, RUPSLB baru dimulai pukul 16.00 WIB. Kemudian, hasil RUPSLB mengenai perombakan direksi sudah beredar sekitar pukul 17.20 WIB.

    Adapun konferensi pers baru digelar hampir tiga jam kemudian, tepatnya pada pukul 18.50 WIB. Di hadapan media, narasumber yang hadir adalah Nanang Hendarno, Dirut baru Telkom yang menggantikan Dian Siswarini.

    Kemudian, Seno Soemadji di sebelah kanan Nanang, yang menjabat sebagai Direktur Strategic Business Development & Portfolio. Dia tak terdampak pada RUPSLB hari ini.

    Di sebelah kiri Nanang, ada Direktur Utama Infranexia, Lukman Hakim Abdul Rauf.

    Konferensi pers diawali dengan pengumuman hasil RUSPLB oleh SVP Group Sustainability & Corporate Communication, Ahmad Reza yang duduk di kursi paling kiri.

    “Berdasarkan keputusan pemegang saham pada agenda pertama, Telkom telah memperoleh persetujuan atas aksi korporasi InfraCo terkait pemisahan bisnis dan aset ke Infranexia,” tutur Reza.

    Reza pun melanjutkan pengumuman dengan informasi mengenai perubahan susunan direksi Telkom Indonesia.

  3. 3. Dirut baru langsung umumkan fokus Telkom Indonesia ke depan

    WhatsApp Image 2026-09-30 at 18.05.50.jpeg
    Dirut PT Telkom Indinesia, Nanang Hendarno (Dok Telkom Indonesia)

    Selanjutnya, Nanang yang baru tampil pertama kali di publik sebagai Dirut Telkom melanjutkan informasi mengenai spin-off bisnis InfraCo ke Infranexia.

    Nanang mengatakan, spin-off itu dilakukan untuk merampungkan proses pemisahan yang mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap agenda transformasi yang dijalankan.

    “Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi strategi TLKM 30, yaitu pilar ketiga tentang Unlocking Value untuk memonetisasi aset bernilai tinggi serta mengoptimalkan pengelolaan guna, meningkatkan nilai dan peluang pertumbuhan lebih besar melalui Infranexia,” ujar Nanang.

    Konferensi pers itu berlangsung selama 17 menit 50 detik. Selain spin-off, perusahaan juga menjelaskan soal kabar terbaru aksi konsolidasi BUMN.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More