ilustrasi ekspor barang (pexels.com/Khunkorn Laowisit)
Faktor ketiga yang mendukung prospek stabilitas rupiah adalah implementasi berbagai kebijakan pemerintah, termasuk pengelolaan ekspor sumber daya alam dan kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE).
Menurut Perry, kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan perolehan devisa, penerimaan pajak, dan berbagai penerimaan negara lainnya. Di saat yang sama, tambahan devisa juga akan memperkuat cadangan devisa nasional dan menopang stabilitas nilai tukar rupiah ke depan.
Keempat, Perry juga menegaskan komitmen BI untuk terus menjaga stabilitas rupiah melalui berbagai instrumen kebijakan. Upaya tersebut antara lain dilakukan dengan menjaga kecukupan cadangan devisa serta melakukan intervensi di pasar spot maupun pasar forward, baik di dalam maupun luar negeri.
Selain itu, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dalam menjaga sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna menopang stabilitas makroekonomi.
"Kami berkoordinasi dengan fiskal untuk bagaimana imbal hasil portfolio inflow asing tetap akan masuk. Selain itu, bagaimana perluasan-perluasan instrumen dan transaksi di pasar uang dan pasar valas dan likuiditas perbankan yang cukup dan tentu saja kecukupan cadangan devisa," tegasnya.