Jakarta, IDN Times – Bank Dunia memprediksi pertumbuhan di kawasan Asia Timur dan Pasifik (EAP) akan melambat pada 2026 akibat guncangan eksternal. Pertumbuhan regional diperkirakan turun menjadi 4,2 persen tahun ini, dari 5,0 persen pada tahun sebelumnya. Kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah memperburuk dampak negatif dari meningkatnya hambatan perdagangan.
Kepala Ekonom Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo menjelaskan penurunan ini disebabkan oleh guncangan energi akibat konflik di Timur Tengah memperparah dampak negatif dari hambatan perdagangan yang meningkat, ketidakpastian kebijakan internasional, dan tantangan ekonomi domestik.
"Ini adalah dua faktor negatif yang sangat memengaruhi kawasan kita karena ketergantungan energi dan ketergantungan perdagangan. Salah satu perkembangan positif secara global adalah ledakan kecerdasan buatan, dan kekhawatiran kami adalah, sama seperti kawasan ini lebih rentan terhadap guncangan negatif, saat ini mungkin kurang siap untuk memanfaatkan manfaat positifnya. Saya akan membahasnya nanti," tegasnya.
