Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Purbaya Yakin 6 Persen, Bank Dunia Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen

ilustrasi pertumbuhan ekonomi
ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Getty Images)
Intinya sih...
  • Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi RI tetap di 5 persen pada 2026 dan meningkat menjadi 5,2 persen pada 2027.
  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia didorong oleh stimulus fiskal, investasi swasta yang solid, dan investasi yang dipimpin oleh negara.
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6 persen dengan sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - World Bank atau Bank Dunia kembali merilis laporan terbarunya mengenai prospek ekonomi global, termasuk Indonesia melalui laporan Global Economic Prospectsc(GEP) edisi Januari 2026.

Di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia yang diprediksi turun menjadi 2,6 persen pada 2026, perekonomian Indonesia diperkirakan tetap menunjukkan kinerja yang tangguh dan stabil.

Berdasarkan laporan GEP edisi Januari 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan bertahan di angka 5 persen pada 2026 dan akan mengalami peningkatan pada 2027.

1. Konsisten di angka 5 persen

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi dan optimisme fiskal
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi dan optimisme fiskal(https://www.freepik.com/free-photo/digital-increasing-bar-graph-with-businessman-hand-overlay_13312397.htm#fromView=search&page=1&position=1&uuid=469933c9-44ea-4a3e-8543-158440a31f06&query=growth)

Bank Dunia mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia diperkirakan tumbuh sebesar 5 persen pada 2026. Angka tersebut sama dengan estimasi pertumbuhan pada 2025 yang juga berada di level 5 persen.

Tren pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi berlanjut hingga 2027, di mana ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh lebih tinggi mencapai 5,2 persen.

Proyeksi itu menempatkan Indonesia di atas rata-rata pertumbuhan negara-negara berkembang di kawasan Asia Timur dan Pasifik (tidak termasuk China), yang diproyeksikan tumbuh sebesar 4,5 persen pada 2026 dan 4,7 persen pada 2027.

2. Didorong stimulus dan investasi

ilustrasi investasi saham (freepik.com/rawpixel.com)
ilustrasi investasi saham (freepik.com/rawpixel.com)

Laporan tersebut menyoroti faktor pendorong utama di balik ekonomi Indonesia. Di saat investasi swasta di kawasan Asia Timur dan Pasifik cenderung tertahan akibat ketidakpastian kebijakan global, Indonesia justru mencatatkan kinerja investasi yang solid.

Pertumbuhan di Indonesia diperkirakan akan terus ditopang oleh adanya stimulus fiskal serta investasi yang dipimpin oleh negara (state-led investment)

Selain itu, laporan Bank Dunia juga mencatat meskipun sempat terjadi gejolak politik singkat yang memicu arus modal keluar, investasi swasta di Indonesia tetap terbantu oleh inisiatif-inisiatif pemerintah.

3. Menkeu proyeksi tumbuh 6 persen

JML_3914.jpg
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat acara Semangat Awal Tahun by IDN Times di Jakarta, Rabu (14/1). (Dok. IDN)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 6 persen bukan target yang sulit dicapai, seiring upaya menyinkronkan kebijakan fiskal dan moneter.

"Ya 2026 saya percaya dengan lebih sinkronnya kebijakan kita, 6 persen gak akan sulit dicapai," katanya dalam Semangat Awal Tahun (SAT) 2026 by IDN Times di IDN HQ, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).

Dia menyampaikan, dengan kebijakan yang lebih selaras, capaian pertumbuhan ekonomi tersebut diyakini akan mulai terlihat. Purbaya menargetkan laju pertumbuhan sudah mendekati angka tersebut pada kuartal I-2026.

"Saya harapkan triwulan pertama udah mendekati ke arah sana," ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in Business

See More

Aturan Baru Menkeu Purbaya untuk Pengelolaan THT, JKK, dan JKM ASN-TNI

17 Jan 2026, 08:00 WIBBusiness