Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perusahaan Farmasi Novartis Akan PHK 550 Pekerja di Swiss
ilustrasi industri farmasi (unsplash.com/glsun)

Intinya sih...

  • Novartis akan PHK 550 pekerja di Swiss

  • PHK dilakukan di pabrik Stein, Novartis bangun pabrik baru di AS

  • Pemerintah Argau minta perlindungan bagi pekerja Novartis yang dipecat

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perusahaan farmasi Swiss, Novartis mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) 550 pekerja di Swiss hingga akhir 2027. Langkah ini menyusul rencana perusahaan untuk menangguhkan produksi tablet, kapsul, dan paket produk steril. 

Pada September 2025, perusahaan farmasi raksasa asal Denmark, Novo Nordisk sudah mengumumkan rencana pemecatan ribuan pekerja. Keputusan ini dilakukan imbas ketatnya persaingan untuk produk serupa dengan Wegovy dan Ozempic. 

1. PHK akan dilakukan di pabrik Stein

ilustrasi PHK (IDN Times/Aditya Pratama)

PHK kepada 550 pekerja ini dilakukan di pabrik Stein di Argau, dekat Basel. Keputusan ini didorong rencana perusahaan untuk berfokus pada teknis manufaktur dan otomasi tingkat tinggi untuk dapat bersaing di Swiss. 

Dilansir DPA International, Novartis sudah menginvestasikan dana sebesar 80 juta dolar AS (Rp1,31 triliun) untuk pabrik di Schweizerhalle. Investasi ini untuk mengekspansi produksi RNA (siRNA) yang disebut mampu menyerap 80 tenaga kerja baru pada akhir 2028. 

2. Novartis umumkan bangun pabrik baru di AS

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cscreates)

Pekan lalu, Novartis sudah mengumumkan pembangunan pabrik di Durham, Carolina Utara, Amerika Serikat (AS). Fasilitas baru ini akan digunakan untuk produksi biologi dan kemasan steril yang akan dimulai pada 2027-2028. 

Investasi di Carolina Utara ini mencapai 771 juta dolar AS (Rp12,8 triliun) yang akan membuat perusahaan dapat memproduksi tingkat akhir di AS. Dari investasi ini, Novartis akan mengekspansi fasilitasnya di AS selama 5 tahun ke depan, dikutip dari Fierce Pharma

Kebijakan Novartis ini berkaitan dengan penghindaran tarif yang ditetapkan oleh Presiden AS, Donald Trump pada April. Alhasil, sejumlah perusahaan farmasi sudah melakukan investasi pembangunan fasilitas di AS. 

3. Pemerintah Argau minta perlindungan bagi pekerja Novartis yang dipecat

ilustrasi pengangguran (unsplash.com/henniestander)

Pemerintah lokal di Argau mengungkapkan kekecewaan atas rencana pemecatan 550 pekerja Novartis di wilayahnya. Pemecatan ini mengkhawatirkan karena berada di tengah situasi pasar yang tidak pasti. 

“Pengurangan pekerja Novartis ini akan mengguncang Argau dan Fricktal yang menjadi pusat industri farmasi. Bagi Swiss, ini mengkhawatirkan karena mempertahankan pekerjaan di negara dengan gaji tinggi cukup sulit,” ungkap Kepala Departemen Ekonomi Argau, Dieter Egli, dikutip dari Swiss Info

Egli berharap Novartis dapat melakukan sebisa mungkin untuk mengurangi pemecatan. Selain itu, mendorong Novartis agar dapat memberikan solusi sosial kepada pekerja yang dipecat. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team