Jakarta, IDN Times - Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Anindya Novyan Bakrie mengungkapkan alasan perusahaan memprioritaskan pengembangan bus dan truk listrik. Hal itu karena dinilai mampu menjadi pengungkit utama pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Selain itu, elektrifikasi pada segmen kendaraan komersial tersebut berpotensi menghemat subsidi BBM hingga 5 miliar dolar AS per tahun. Hal itu disampaikan Anin saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik VKTS di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).
Dia menjelaskan VKTR dibangun di atas dua gagasan utama, yaitu dekarbonisasi dan kemandirian ekonomi. Upaya menuju target net zero emission 2060 serta penguatan ketahanan energi melalui pengurangan impor bahan bakar minyak (BBM) dinilai sebagai langkah strategis bagi Indonesia.
Menurutnya, kehadiran VKTR merupakan kelanjutan dari perjalanan industri otomotif nasional yang dirintis sejak era Achmad Bakrie melalui Bakrie Autoparts pada 1975. Saat ini, perusahaan bertransformasi dari produsen komponen menjadi produsen kendaraan listrik utuh.
“Kami ingin melaporkan bahwa kami memilih bus dan truk listrik karena memang bus dan truk listrik ini bisa menjadi penonggak untuk tumbuhnya ekosistem industri listrik. Memang tidak seseksi kalau dilihat dari motor yang jumlahnya 140 juta maupun mobil, tapi ini bisa menggerakkan ekosistem yang besar," kata Anin dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).
