Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PISAgro Dorong Edukasi ke Petani Cegah Karhutla dari Pembukaan Lahan
Co-Chair PISAgro, Franky Oesman Widjaja. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

  • PISAgro mengedukasi petani membuka lahan tanpa pembakaran dan menyediakan bantuan alat berat untuk mencegah karhutla melalui program Desa Makmur Peduli Api sejak 2014.

  • Program DMPA telah membina sekitar 700–800 desa. Menurut PISAgro, petani perlu dibimbing karena kebakaran lahan mengganggu produktivitas mereka.

  • Mitra PISAgro fokus pada intensifikasi, bukan pembukaan lahan baru. Skema closed-loop telah membina 2,8 juta petani-peternak, meningkatkan produktivitas enam kali dan pendapatan tiga kali lipat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Partnership for Indonesia Sustainable Agriculture (PISAgro) terus memberikan berbagai program edukasi kepada petani untuk mendorong pertanian berkelanjutan.

Co-Chair PISAgro, Franky Oesman Widjaja mengatakan salah satu edukasi yang diberikan ialah metode pembukaan lahan tanpa harus melakukan pembakaran untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain itu, PISAgro melalui anggotanya juga memberikan bantuan alat berat untuk mencegah aksi pembakaran lahan.

"Jadi yang kami bisa tawarkan dari swasta untuk bisa kalau mau buka lahan, bantu pakai ekskavator, dan sebagainya, tidak perlu bakar. Itu adalah salah satu inisiatif," kata Franky dalam media briefing di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

1. Bina 800 desa dengan program DMPA

ilustrasi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Franky mengatakan, terkait edukasi untuk pencegahan karhutla, pihaknya sudah menyelenggarakan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) sejak 2014.

"Itu, kalau tidak salah, bisa mencapai 700 atau 800 desa yang dibina Desa Makmur Peduli Api," ujar Franky.

Dia mengatakan, pada umumnya, petani tak mau terjadi kebakaran lahan karena bisa mengganggu produktivitas. Melalui program edukasi yang intensif, dia mengatakan petani dan para off-taker yang tergabung di PISAgro bisa mendorong sektor pertanian yang berkelanjutan.

"Jadi ini cukup manjur, karena mereka juga enggak mau kan lahannya terbakar, produktivitasnya hilang. Nah, itu. Sebetulnya petani kalau dibina dengan baik, dibimbing dengan baik, saya rasa bisa jadi partner yang sangat kuat, gotong royong tadi," tutur Franky.

2. Tak ada lagi pembukaan lahan baru

ilustrasi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Di sisi lain, menurut Franky, saat ini para mitra PISAgro tak lagi melakukan pembukaan lahan baru, termasuk untuk komoditas kelapa sawit. Dia mengatakan, intensifikasi lahan menjadi fokus utama dalam meningkatkan produktivitas.

"Kita tidak ada lagi pembukaan lahan baru. Sekarang lebih ke intensifikasi," ujar Franky.

Dalam hal ini, dia juga menepis anggapan deforestasi dari komoditas kelapa sawit. Menurutnya, dibandingkan dengan komoditas lain seperti soybean, rapeseed, sunflower seed, dan sebagainya, rasio pembukaan lahan dari kelapa sawit lebih rendah.

"Tentu deforestasi apa segala macam tuh soybean dan sebagainya dulu juga, kalau tidak salah sih dari forest gitu ya, tinggal waktunya saja kan, kapan gitu ya. Dan ini karena kita sangat efisien, jadi pemakaian di Indonesia pun hanya 16 juta hektare. Kalau yang lain-lain tuh ratusan juta, mungkin sudah ada 200 juta hektare kalau digabungin. Jadi, produktivitas kita tinggi sekali. Jadi itu ada salah persepsi," kata Franky.

3. Skema closed-loop PISAgro kerek produktivitas petani

Peternak sapi perah yang menjadi mitra PISAgro. (dok. PISAgro)

Dalam kesempatan itu, Franky juga membeberkan capaian PISAgro yang telah berdiri selama 12 tahun. PISAgro bersama anggota-anggotanya yang terdiri dari Indofood, Sinar Mas, GarudaFood, Nestle, Unilever Indonesia, dan sebagainya berupaya meningkatkan kemitraan berbasis korporasi di kalangan petani untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

PISAgro menerapkan skema sirkuler tertutup yang inklusif (inclusive closed-loop). Dengan skema itu, petani bisa melakukan produksi sekaligus mendapatkan kepastian pasar. Skema itu diwujudkan dengan ekosistem pangan dari hulu sampai hilir.

Franky mengatakan, dengan skema tersebut, produktivitas petani meningkat enam kali lipat, dan pendapatan meningkat tiga kali lipat. Hingga saat ini, ada 2,8 juta petani dan peternak yang telah dibina oleh PISAgro.

"PISAgro sudah 12 tahun baru 2,5 juta. Nah, bagaimana bisa kita reach out lebih banyak lagi, 44 juta lagi, plasma-plasma atau petani-petani kecil itu. Bukan hanya sawit, di bidang apa pun itu," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article