Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Pelajaran Berdagang dari Uncle Muthu dan Mail di Upin Ipin

4 min read
5 Pelajaran Berdagang dari Uncle Muthu dan Mail di Upin Ipin
ilustrasi Uncle Muthu (youtube/Les' Copaque Production)
  • Uncle Muthu dan Mail menunjukkan pentingnya variasi produk agar pembeli punya pilihan, tanpa memaksakan barang yang kurang diminati.
  • Keramahan kepada semua pengunjung dan suasana usaha yang menyenangkan dapat menjadi daya tarik, termasuk melalui pelayanan baik atau musik sesuai target konsumen.
  • Strategi paket hemat ala Mail serta keberanian mempromosikan dagangan secara terbuka dinilai dapat membantu penjualan dan menjangkau calon pelanggan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Serial animasi Upin dan Ipin sangat digemari di Indonesia, utamanya oleh pemirsa anak-anak. Kedekatan bahasa, tokoh-tokoh yang sangat terlihat nyata, dan kehidupan sehari-hari terasa akrab bagi masyarakat. Namun, animasi ini sebenarnya juga kaya akan pelajaran penting.

Tidak terkecuali orang dewasa yang ingin atau tengah menjalankan usaha berdagang. Tokoh Uncle Muthu dan Mail merupakan contoh dua pedagang yang sangat ulet. Kalau kamu memperhatikan cara mereka berjualan, usahamu bisa ikut maju.

Minimal, usahamu mampu bertahan di tengah kerasnya persaingan serta ekonomi yang lesu. Belajar bisnis tidak hanya bisa dilakukan melalui seminar atau membaca buku. Coba ikuti pelajaran berdagang dari Uncle Muthu dan Mail di Upin Ipin berikut ini, ya!

  1. 1. Variasikan dagangan supaya orang punya banyak pilihan

    berdagang kue tradisional
    ilustrasu berdagang kue tradisional (pexels.com/Imam Efendi)

    Baik Uncle Muthu maupun Mail menjual macam-macam dagangan. Di kedai Uncle Muthu ada es ABCD, nasi lemak, ayam goreng, dan sebagainya. Demikian juga Mail piawai menjual ayam goreng, buah-buahan, dan banyak lagi.

    Ini mengajarkan para calon pedagang untuk tidak terlalu bergantung pada satu jenis dagangan saja. Misalnya, es teh. Meski peminat es teh banyak, apalagi di tengah cuaca panas, ada kalanya orang ingin menikmati minuman berbeda seperti es jeruk dan es buah.

    Bahkan mereka mau sekalian makan supaya kenyang. Bukan berarti makin banyak dagangan, makin baik. Nekat terus menjual produk yang kurang diminati malah bikin rugi. Namun, berikan pilihan yang cukup pada calon konsumen biar mereka tidak mudah bosan.

  2. 2. Ramah pada setiap pengunjung

    melayani pelanggan
    ilustrasi melayani pelanggan (pexels.com/Vitaly Gariev)

    Uncle Muthu, sekalipun sekilas terlihat menyeramkan, justru sangat ramah pada siapa pun yang datang ke warung makannya. Baik teman lama seperti Tok Dalang dan Ah Tong maupun Upin, Ipin, dan teman-teman semuanya diperlakukan dengan baik. Penjual yang ingin disukai memang harus punya sifat ramah.

    Kalau kamu sebagai pedagang bersikap ramah kepada siapa pun meski banyak dari mereka hanya melihat-lihat, itu sudah nilai plus. Boleh jadi sekarang mereka belum membawa uang. Namun, dengan mengetahui bahwa penjualnya ramah, ke depan mereka bisa kembali dan berbelanja.

    Bila dirimu mempekerjakan orang untuk membantu, juga wajib diajari supaya ramah tanpa bersikap diskriminatif. Kamu maupun karyawanmu jangan menilai orang hanya dari penampilannya. Sikap ramah pedagang tak ubahnya investasi yang hasilnya akan dipetik di kemudian hari.

  3. 3. Membangun suasana menyenangkan di tempat usaha

    transaksi
    ilustrasi transaksi (pexels.com/SpotOn POS)

    Kedai Uncle Muthu tidak hanya dikunjungi oleh banyak pembeli. Suasana di sana juga hidup berkat kepiawaian Uncle Muthu. Ia suka bernyanyi sambil menyiapkan pesanan dan melayani pengunjung. Ini menjadi daya tarik lebih daripada jika suasananya supersepi.

    Kalau kamu gak jago menyanyi, pun tetap bisa membuat suasana tempat usaha lebih meriah dengan menyetel musik. Pilih lagu-lagu yang sedang disukai banyak orang. Lagu juga dapat dipilih berdasarkan target konsumen.

    Contohnya, kamu berjualan mainan anak. Itu artinya, lagu yang cocok buat menghidupkan suasana toko ialah lagu anak-anak. Bila usahamu kuliner dan restoranmu bergaya tempo dulu, maka setel lagu-lagu nostalgia sesuai tahun konsepnya.

  4. 4. Sedia paket hemat atau bundling untuk meningkatkan penjualan

    pedagang
    ilustrasi pedagang (pexels.com/Jeffry Surianto)

    Penggemar serial Upin dan Ipin pasti hafal sekali dengan kalimat, "Dua seringgit." Ya, kalimat promosi Mail tersebut memang sangat khas. Pertanyaannya, kenapa Mail tidak menawarkan ayamnya per potong saja?

    Dalam dunia dagang, strategi menjual satu paket sekalian akan sangat membantu meningkatkan omzet. Walaupun keuntungan sedikit berkurang dibandingkan dengan menjual satuan, modal lebih mungkin kembali dalam waktu singkat. Ini untuk mengantisipasi kalau-kalau penjualan produk satuan ternyata kurang bagus.

    Daripada modal tidak kembali dan rugi, mending untung tipis tapi produk laku keras dengan strategi jual bundling. Bahkan orang yang sebenarnya cuma butuh sedikit pun cenderung akan tetap membelinya. Mereka tergiur oleh harga serta berpikir bahwa kelebihannya masih bisa dimanfaatkan.

  5. 5. Gak malu semua orang tahu mereka berjualan

    jual beli
    ilustrasi jual beli (pexels.com/Surya Travel)

    Wajar jika Uncle Muthu tidak malu berjualan karena ia sudah berumur. Pekerjaannya memang berdagang. Sementara itu, Mail masih anak-anak. Namun, dia juga gak minder ketahuan berjualan oleh teman-temannya.

    Bahkan Mail bangga dengan kemampuannya menjual apa saja untuk membantu orangtua. Sikap Mail harus dicontoh oleh siapa pun yang ingin usahanya maju. Apabila kamu sebagai pemilik usaha malu-malu bahkan takut ketahuan berdagang, bagaimana kamu akan melakukan promosi?

    Ibaratnya, seisi dunia harus tahu bahwa dirimu menjual sejumlah produk. Calon konsumen yang jauh saja dapat dijangkau melalui media sosial, apalagi orang-orang di sekitarmu. Mereka sangat berpotensi menjadi pelangganmu.

    Pekerjaan apa pun harus dilakukan dengan totalitas, termasuk berdagang. Jika kamu asal-asalan dalam berdagang, kerugian langsung membayangi. Pelajaran berdagang dari Uncle Muthu dan Mail di Upin Ipin bisa dijadikan renungan dalam menjalankan usaha. Yakinlah bahwa kamu bisa menjalankan usaha tanpa perlu konsep yang muluk-muluk.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More