Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Anggawira, menilai penurunan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia ke level 46,9 harus menjadi peringatan serius bagi pemerintah.
Meski demikian, kondisi tersebut dinilai belum menjadi alasan untuk bersikap terlalu pesimistis terhadap prospek industri nasional.
"Penurunan PMI manufaktur ke level 46,9 harus dibaca sebagai alarm serius, tetapi bukan alasan untuk pesimistis berlebihan," ucapnya kepada IDN Times, Jumat (3/7/2026).
