Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Danantara Temukan Dugaan Rekayasa Keuangan di Pos Indonesia

Danantara Temukan Dugaan Rekayasa Keuangan di Pos Indonesia
Logo baru PT Pos Indonesia. (Dok/situs resmi Pos Indonesia)
Intinya Sih
  • Danantara menemukan dugaan rekayasa keuangan dan berbagai persoalan tata kelola di PT Pos Indonesia setelah melakukan proses due diligence dan evaluasi menyeluruh.
  • Seluruh indikasi penyimpangan sedang ditindaklanjuti melalui audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas perusahaan.
  • Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph, mengundurkan diri atas pertimbangan pribadi, sementara perusahaan menjamin transisi kepemimpinan berjalan sesuai tata kelola tanpa ganggu operasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times- Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengungkapkan temuan sejumlah persoalan keuangan dan tata kelola di PT Pos Indonesia yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun.

Salah satu temuan tersebut adalah adanya indikasi dugaan rekayasa keuangan yang kini tengah ditindaklanjuti melalui proses audit dan investigasi. Temuan tersebut disampaikan Danantara setelah Direktur Utama PT Pos Indonesia Daud Joseph mengundurkan diri dari jabatannya.

1. Berbagai persoalan muncul dari proses uji tuntas dan evaluasi menyeluruh

JML_1661 copy(1).jpg
Managing Director Danantara Indonesia, Rohan Hafas dalam sesi potrait Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas, mengatakan berbagai persoalan tersebut terungkap dari proses uji tuntas (due diligence) dan evaluasi menyeluruh yang dilakukan terhadap PT Pos Indonesia.

"PT Pos Indonesia saat ini memang sedang kami benahi secara menyeluruh. Dari proses due diligence dan evaluasi yang berjalan, kami menemukan berbagai persoalan keuangan dan tata kelola yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun. Kami juga menerima laporan serta menemukan indikasi berbagai penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan," ujar Rohan dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7).

2. Indikasi penyimpangan ditemukan lewat audit dan investigasi

Kantor Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Menteng, Jakarta Pusat. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Kantor Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Menteng, Jakarta Pusat. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Rohan mengatakan, seluruh indikasi penyimpangan yang ditemukan saat ini tengah ditindaklanjuti melalui proses audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Saat ini seluruh temuan sedang ditindaklanjuti melalui mekanisme audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Rohan.

3. Tidak ada ruang bagi praktik yang merusak tata kelola

PT Pos Indonesia luncurkan logo baru. (Dok/Screenshot Situs Resmi Pos Indonesia)
PT Pos Indonesia luncurkan logo baru. (Dok/Screenshot Situs Resmi Pos Indonesia)

Ia menegaskan, Danantara akan menuntaskan satu per satu persoalan yang selama ini membebani perusahaan. Menurutnya, tidak ada ruang bagi praktik yang merusak tata kelola perusahaan.

"Seluruh temuan akan ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan sesuai proses hukum. Prioritas kami adalah memastikan PT Pos Indonesia kembali menjadi perusahaan yang sehat, profesional, akuntabel, dan berintegritas, sehingga mampu menjalankan mandatnya secara optimal bagi masyarakat," ujar Rohan.

Sebelumnya, PT Pos Indonesia mengonfirmasi bahwa Direktur Utama Daud Joseph telah mengajukan pengunduran diri pada Kamis (2/7/2026), sekitar tiga bulan setelah ditunjuk pada 11 Maret 2026.

Corporate Secretary PT Pos Indonesia, Iwan Gunawan, mengatakan Daud telah menyampaikan surat pengunduran diri kepada perusahaan. Menurutnya, keputusan tersebut sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan pribadi.

"PT Pos Indonesia mengumumkan Direktur Utama Daud Joseph telah menyampaikan permohonan pengunduran diri dari jabatannya pada 2 Juli 2026. Alasan pengunduran diri adalah murni dari keinginan dan pertimbangan pribadi yang bersangkutan," ujar Iwan.

Perusahaan memastikan proses transisi kepemimpinan akan dilaksanakan sesuai dengan tata kelola yang berlaku. Selain itu, perusahaan memastikan selama proses tersebut berlangsung, kegiatan operasional tetap berjalan dan tidak mengganggu proses layanan kepada seluruh stakeholder.

“Sebagai bagian dari Danantara, Perseroan tetap berkomitmen menjalankan amanah Pemegang Saham dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, memperkuat kinerja perusahaan, serta menjalankan program kerja strategis yang sedang berlangsung,” ujar Iwan.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More