Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

ASDP dan Pemprov Jatim Percepat Pengembangan Pelabuhan Ketapang

ASDP dan Pemprov Jatim Percepat Pengembangan Pelabuhan Ketapang
Pelabuhan Ketapang. (dok. ASDP)
Intinya Sih
  • PT ASDP Indonesia Ferry bersama Pemprov Jawa Timur mempercepat transformasi Pelabuhan Ketapang untuk memperkuat konektivitas nasional dan meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.
  • Pengembangan dilakukan bertahap hingga 2029, mencakup peningkatan kapasitas dermaga, pembangunan buffer area Bulusan, akses penghubung baru, serta kolaborasi lintas pihak guna mendukung operasional pelabuhan.
  • Gubernur Khofifah menekankan pentingnya optimalisasi kawasan penyangga, peningkatan standar kapal, dan sinergi antar pemangku kepentingan agar proyek ini dapat masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mempercepat transformasi Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur, guna memperkuat konektivitas nasional sekaligus meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan di lintas Ketapang–Gilimanuk.

Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kapasitas pelabuhan, hingga menyusun masterplan pengembangan jangka panjang yang terintegrasi.

1. Pengembangan Pelabuhan Ketapang tingkatkan fasilitas pelabuhan dan perkuat konektivitas

IMG-20260703-WA0016.jpg
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mempercepat transformasi Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur, guna memperkuat konektivitas. (Dol/Istimewa).

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo mengatakan, pengembangan Pelabuhan Ketapang tidak hanya berfokus pada peningkatan fasilitas pelabuhan, tetapi juga membangun ekosistem konektivitas yang mampu mendukung pertumbuhan mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan sektor pariwisata.

"Penguatan Pelabuhan Ketapang harus dipandang sebagai pembangunan ekosistem konektivitas, bukan semata peningkatan fasilitas pelabuhan. Pengembangan kapasitas dermaga, pola operasi kapal, buffer area, hingga pengaturan lalu lintas di luar kawasan pelabuhan perlu berjalan secara terpadu," ujar Heru dalam keterangan resmi, Jumat (3/7/2026).

2. ASDP telah menyiapkan pengembangan Pelabuhan Ketapang secara bertahap hingga 2029

IMG-20260703-WA0012.jpg
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mempercepat transformasi Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur, guna memperkuat konektivitas. (Dol/Istimewa).

Menurut Heru, pengalaman menghadapi lonjakan arus kendaraan saat periode Angkutan Lebaran maupun libur sekolah menunjukkan perlunya penguatan infrastruktur dan tata kelola kawasan agar pelabuhan mampu mengantisipasi pertumbuhan trafik dalam jangka panjang.

ASDP telah menyiapkan pengembangan Pelabuhan Ketapang secara bertahap hingga 2029.

"Program tersebut mencakup peningkatan kapasitas sejumlah dermaga, optimalisasi kawasan Bulusan sebagai buffer area kendaraan logistik, pembangunan akses penghubung, serta pembangunan dermaga baru guna mendukung kelancaran operasional," jelasnya.

Peningkatan kapasitas dermaga juga akan mulai dilakukan tahun ini sebagai bagian dari penguatan layanan di lintas Ketapang–Gilimanuk.

Heru menegaskan, keberhasilan transformasi Pelabuhan Ketapang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, dukungan terhadap pembangunan infrastruktur, penataan kawasan, pengembangan buffer zone, hingga pengaturan lalu lintas di luar area pelabuhan menjadi faktor penting untuk meningkatkan kualitas layanan penyeberangan.

"Pelabuhan Ketapang bukan hanya gerbang penyeberangan Jawa-Bali, tetapi simpul strategis yang menopang konektivitas nasional. Karena itu, pengembangannya membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan," jelasnya.

3. Peningkatan kapasitas pelabuhan perlu dilakukan di berbagai sisi

IMG-20250728-WA0043.jpg
Rute penyeberangan Ketapang-Gilimanuk yang sempat mengular. (IDN Times/Dok Gapasdap)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai peningkatan kapasitas pelabuhan perlu dilakukan secara menyeluruh melalui optimalisasi kawasan penyangga di kedua sisi penyeberangan, peningkatan standar kapal, pengembangan konektivitas menuju kawasan Bulusan, serta penguatan sinergi lintas pemangku kepentingan.

"Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mendorong agar pengembangan pelabuhan tersebut dapat masuk sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN)," jelasnya.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More