Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Alexander Lukashenko. Pertemuan kali ini merupakan kunjungan balasan setelah Presiden Prabowo bertandang ke Belarus pada 15 Juli 2026.
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyatakan hubungan bilateral kedua negara kini memasuki fase yang lebih intensif. Hal itu ditandai dengan ratifikasi perjanjian perdagangan bebas Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
"Belarus merupakan salah satu negara yang telah meratifikasi tersebut. Ini menunjukkan bahwa hubungan bilateral kita memasuki satu kalau saya boleh katakan tahap yang baru yang lebih intensif," kata Sugiono pada Kamis (2/7/2026).
Fokus utama kerja sama tersebut diarahkan pada program strategis nasional Indonesia, yakni ketahanan pangan dan energi. Kerja sama ini secara spesifik menyasar sektor pertanian serta pemenuhan kebutuhan bahan baku pupuk.
Selain membahas penguatan ekonomi, kunjungan ini bertujuan mencari alternatif sumber daya yang dibutuhkan kedua negara.
"Kita berharap kunjungan balasan ini juga akan makin mempererat hubungan kedua negara dan juga mempererat kerja sama kita dalam rangka meningkatkan ekonomi dan alternatif-alternatif sumber-sumber daya yang kita butuhkan," ujarnya.
Sugiono memaparkan nilai kerja sama ekonomi dari forum bisnis delegasi kedua negara sebelumnya dilaporkan mencapai 500 juta dolar AS.
"Kalau saya tidak salah laporannya itu sekitar 500 juta dolar AS dan saya kira ini juga kedua Presiden sepakat bahwa angka-angka yang ada, baik di bidang perdagangan maupun investasi, merupakan angka-angka yang perlu peningkatan untuk kemajuan kedua negara," katanya.
