Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Presiden Prabowo memberikan taklimat di Rakornas Pemerintahan Pusat dan Daerah Tahun 2026.
Presiden Prabowo memberikan taklimat di Rakornas Pemerintahan Pusat dan Daerah Tahun 2026. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Intinya sih...

  • Prabowo menegaskan demo tidak menciptakan lapangan kerja.

  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menyerap sekitar 1 juta tenaga kerja.

  • Pemerintah menargetkan program MBG dapat menciptakan 3 hingga 5 juta lapangan kerja.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyatakan aksi demonstrasi merupakan hak warga negara, namun dia menegaskan aksi tersebut tidak akan otomatis menciptakan lapangan kerja atau mendorong berdirinya pabrik baru.

"Kalau demo silakan, tapi mau begimana mau demo, kamu 5.000 kali demo tidak akan ada satu pabrik dibuka," kata Prabowo dalam Taklimat pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Jawa Barat, Minggu (2/2/2026).

1. Paham rakyat butuh lapangan kerja

Presiden Prabowo Subianto saat memberi salam pada acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di SICC Bogor, Senin (2/2/2026). IDN Times/Linna Suaanti.

Prabowo menyampaikan seluruh pihak memahami kebutuhan masyarakat terhadap pekerjaan. Namun, dia menilai lapangan kerja tidak akan tercipta melalui teriakan, caci maki, atau saling menghardik.

"Kita semua paham rakyat kita butuh pekerjaan. Tapi kalau kita teriak-teriak-teriak, kita mencela-mencela, menghardik-menghardik, ya, enggak akan tercipta," ujarnya.

Prabowo menyebut telah membuktikan penciptaan lapangan kerja melalui kebijakan yang dijalankan, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diklaim telah menyerap sekitar 1 juta tenaga kerja.

2. Dapur MBG serap tenaga kerja dan pemasok

Ilustrasi aktivitas salah satu SPPG di Kota Blitar. IDN Times/istimewa

Prabowo menjelaskan, hingga saat ini telah beroperasi 22.275 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sementara 13.829 dapur lainnya masih dalam proses penilaian dan pengajuan.

Dari sekitar 22 ribu dapur yang sudah berjalan, pemerintah menghitung penyerapan tenaga kerja mencapai sekitar 1 juta orang, dengan asumsi setiap dapur mempekerjakan sekitar 50 orang yang digaji harian.

"Dan 22 ribu dapur itu membutuhkan pemasok, pemasok tomat, wortel, sayur, telor, ikan, ayam, daging, dan sebagainya dan sebagainya di tiap desa. Tiap dapur menimbulkan pemasok bisa sampai 10, bisa sampai 20 orang," katanya.

3. Prabowo target 5 juta lapangan kerja dari MBG

Ilustrasi dapur SPPG Bandar Lampung. (Dok. PGN Lampung).

Prabowo mengatakan, saat ini Program MBG telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 82 juta penerima paling lambat pada Desember 2026.

Menurutnya, jika target tersebut tercapai, dampak lanjutan dari program MBG diperkirakan dapat menciptakan sekitar 3 hingga 5 juta lapangan kerja di berbagai sektor yang terkait dengan penyediaan dan distribusi pangan.

"Itu nanti di ujungnya kalau kita sampai 82 juta, kita akan menciptakan 3 sampai 5 juta lapangan kerja," ujar Prabowo.

Editorial Team