Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Abraham Samad Ungkap Pertemuan 4,5 Jam dengan Prabowo di Kertanegara

Mantan Ketua KPK Abraham Samad
Mantan Ketua KPK Abraham Samad di Polda Metro, Rabu (13/8/2025). (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Intinya sih...
  • Prabowo klaim serius memperbaiki tata kelola sumber daya alam
  • Prabowo menyampaikan program kerakyatan dan pemberantasan korupsi, serta membentuk Dewan Perdamaian AS
  • Susno Duadji usulkan reformasi kepolisian harus terus berjalan
  • Reformasi kepolisian baru nyata bila ada pergantian di level pimpinan atau Kapolri
  • Individu yang diundang bukan tokoh oposisi melainkan tokoh masyarakat
  • Pertemuan untuk merangkul para tokoh kritis dan mendapatkan masukan langsung dari mereka
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (30/1/2026) memanggil sejumlah tokoh pembentuk opini (opinion maker) di kediamannya di Jl. Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta. Pertemuan sejumlah tokoh itu terungkap usai disampaikan Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin pada Minggu (1/2/2026) di Bogor, Jawa Barat.

Salah satu tokoh yang diundang adalah mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad. Ia mengaku mendapatkan undangan langsung dari Sjafrie. Abraham pun sempat mempertanyakan alasan Prabowo mengundangnya ke kediaman pribadi di Kertanegara.

"Secara pribadi, saya dikontak oleh Pak Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin. Katanya diundang oleh presiden untuk hadir di Hambalang untuk berdiskusi lebih jauh mengenai program-program pemerintah," ujar Abraham ketika dikonfirmasi pada Senin (2/2/2026).

"Saya juga sempat menanyakan kepada Pak Sjafrie, saya ini diundang dalam kapasitas sebagai apa. Pak Sjafrie bilang selaku mantan Ketua KPK yang kritis," tutur dia.

Selain Abraham, ada pula sejumlah tokoh lainnya yang diundang antara lain, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro, mantan Kabareskrim, Susno Duadji, mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, mantan Kepala Badan Intelijen ABRI, Zacky Anwar Makarim, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Semula pertemuan diagendakan di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor.

"Tetapi jelang salat Jumat, (pertemuan) dipindahkan ke Kertanegara. Pertemuannya dari pukul 16.30 WIB sampai pukul 21.00 WIB. Diskusinya berlangsung cukup serius sehingga semua yang hadir lupa makan malam," katanya.

Apa saja yang disampaikan oleh Prabowo dan tokoh-tokoh tersebut dalam pertemuan yang berlangsung 4,5 jam?

1. Prabowo klaim ia serius memperbaiki tata kelola sumber daya alam

Prabowo.jpg
Presiden Prabowo Subianto saat memberi salam pada acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di SICC Bogor, Senin (2/2/2026). (IDN Times/Linna Susanti)

Lebih lanjut, Abraham mengatakan di dalam pertemuannya dengan Prabowo, mantan jenderal Kopassus itu turut mempresentasikan beragam program kerakyatan yang sudah berlangsung selama ini. Salah satu yang disebut Prabowo yakni program penyelamatan sumber daya alam (SDA).

"Pak Prabowo juga menyampaikan hasil kunjungan kerjanya di forum ekonomi di Davos, Swiss. Beliau juga menyinggung soal pemberantasan korupsi, penegakan hukum dan reformasi kepolisian," tutur dia.

Abraham menambahakan dalam pertemuan itu, Prabowo turut menyinggung soal Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) atau Board of Peace (BoP). Kepada sejumlah tokoh, Prabowo mengatakan bahwa ia serius untuk membongkar kasus korupsi di sektor SDA akan terus dilakukan.

"Saya katakan kepada Pak Presiden ketika saya masih menjabat Ketua KPK, di komisi antirasuah sudah ada gerakan nasional penyelamatan sumber daya alam (SDA). Saya turut libatkan TNI, Polri dan kejaksaan agung. Kita menandatangani deklarasi penyelamatan sumber daya alam bersama Panglima TNI ketika itu, Pak Moeldoko, Pak Kapolrinya Pak Timur Pradopo, dan Jaksa Agung Basrief Arief," katanya memaparkan.

Ketika itu, Abraham mengusulkan dibentuk satgas khusus untuk pemberantasan korupsi SDA. Satgas tersebut kini terealisasi di era kepemimpinan Prabowo yakni Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH)

"Saya katakan kepada presiden pemberantasan korupsi harus menyentuh akar permasalahan bukan hanya di permukaan saja," imbuhnya.

Prabowo juga sempat menanyakan cara untu mendongkrak Indeks Persepsi Korupsi (IPK) dari skor 37.

2. Susno Duadji usulkan reformasi kepolisian harus terus berjalan

Ilustrasi Kepolisian. (DN Times/Prayugo Utomo)
Ilustrasi Kepolisian. (DN Times/Prayugo Utomo)

Topik lainnya yang dibahas di dalam pertemuan di Kertanegara yakni soal reformasi institusi kepolisian. Abraham menyebut mantan Kabareskrim Susno Duadji mengingatkan Prabowo agar reformasi kepolisian terus berjalan

"Kelihatannya di dalam forum itu, semua terlihat sepakat bahwa reformasi kepolisian itu harus terus berjalan. Reformasi kepolisian baru nyata (terjadi) bila ada pergantian di level pucuk pimpinan atau Kapolri. Diskusi kemarin berkembang ke arah sana," tutur dia.

Ia menambahkan di benak sejumlah tokoh bila tidak ada pergantian Kapolri maka reformasi kepolisian hanya berjalan setengah hati. Prabowo juga menyebut tidak ada yang mustahil ketika pemerintah mengambil kesimpulan Polri perlu berada di bawah suatu kementerian.

"Pak Prabowo menyampaikan secara eksplisit bahwa tidak ada yang mustahil bila Polri perlu untuk berada di bawah suatu kementerian, maka itu akan dilakukan," ujarnya menirukan kalimat Prabowo pada Jumat kemarin.

3. Individu yang diundang bukan tokoh oposisi melainkan tokoh masyarakat

staf kepresidenan ri.jpg
Kepala Staf Kepresidenan RI, Muhammad Qodari. (IDN Times/Yuko Utami)

Sementara, ketika dikonfirmasi kepada Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari mengaku tidak memahami mengapa Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut tokoh-tokoh yang diundang ke Kertanegara pada Jumat kemarin disebut tokoh oposisi. "Itu harus ditanyakan kepada Pak Menhan dong," ujar Qodari pada hari ini.

Ia pun menyoroti sudah ada koneksi antara Prabowo dengan Abraham. Sebab, mereka memiliki konsep serupa dalam pemberantasan korupsi di sektor SDA.

"Mereka yang diundang itu adalah tokoh masyarakat seperti yang disebut oleh Pak Mensesneg. Kalau saya menyebut sebagai opinion maker. Pak Abraham Samad ini kan di media sosial banyak pengikutnya," tutur dia.

Dalam pandangan analis politik Djayadi Hanan, cara Prabowo mengundang sejumlah tokoh masyarakat ke kediamannya juga tak lepas dari upaya untuk merangkul para tokoh yang dinilai kritis dalam menyampaikan pendapatnya. Pertemuan dengan sejumlah nama itu dinilai lebih mendesak untuk dilakukan.

"Bu Siti Zuhro misalnya ada kaitannya dengan kepemiluan, termasuk pilkada yang kontroversi, Pak Abraham membahas isu korupsi, hingga Pak Said Didu soal SDA," ujar Djayadi pada hari ini.

Ia menduga tujuan Prabowo mengumpulkan sejumlah tokoh itu karena ingin mendapatkan masukan langsung dari tokoh-tokoh tersebut. Tujuan kedua, Prabowo ingin berkomunikasi dengan publik lewat para tokoh ini.

"Tujuan ketiga, Prabowo ingin memberikan pesan kepada publik bahwa dia terbuka dengan berbagai kalangan, termasuk dengan tokoh yang kritis," tutur dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More

Eks PPK Kemendikbudristek Akui Terima dan Bagikan Duit 30 Ribu Dolar AS

02 Feb 2026, 15:52 WIBNews