Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sindir Pakar, Prabowo: Dunia Itu Realitas Nyata, Bukan Keadaan Ideal

Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pers di Istana Merdeka (kap.go.id/Kantor Staff Presiden)
Intinya sih...
  • Prabowo menekankan pentingnya memendam emosi demi melindungi rakyat sebagai pemimpin yang harus menjaga keselamatan bangsa di dunia nyata.
  • Kekayaan alam Nusantara menjadi incaran bangsa lain, sehingga kewaspadaan adalah harga mati untuk menghindari penjajahan.
  • Prabowo memuji keluhuran budi rakyat Indonesia yang tetap ramah meski dalam keadaan sulit, sebagai karakter asli bangsa yang tak tertandingi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bogor, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto memberikan pesan menohok yang mengingatkan para pejabat dan pakar agar tidak hanya terjebak dalam teori-teori ideal, melainkan harus melihat bagaimana kerasnya realitas dunia saat ini.

Prabowo secara terbuka memberikan "pesan cinta" kepada para akademisi dan pakar. Ia menegaskan, gelar tinggi juga perlu memahami hukum dasar dunia yang sering kali tidak adil.

"Dengan segala hormat kepada para pakar yang pintar dan bergelar, saya menghormati mereka. Namun, dunia ini adalah realitas nyata, bukan sekadar keadaan ideal. Hukum yang berlaku di dunia hari ini adalah yang kuat akan berbuat sekehendak mereka, dan yang lemah akan menderita," kata Prabowo.

1. Memendam emosi demi melindungi rakyat

Prabowo.jpg
Presiden Prabowo Subianto saat memberi salam pada acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di SICC Bogor, Senin (2/2/2026). IDN Times/Linna Suaanti. Kemensos RI, Robben Rico saat meninjau lahan sekolah rakyat di Rancamaya, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/1/2026). IDN Times/Linna Susanti.

Sebagai pemimpin, Prabowo mengaku sering kali harus menelan ego dan menahan emosi demi diplomasi. Menurutnya, menjadi idealis itu mudah, namun menjaga keselamatan bangsa di dunia nyata jauh lebih menantang.

"Tugas saya sebagai Presiden yang telah disumpah adalah menjaga bangsa dan rakyat ini. Terkadang, tidak mudah untuk melaksanakannya. Meskipun hati bergejolak, kita harus tetap tersenyum dan bersikap baik kepada semua demi melindungi rakyat. Kita tidak bisa emosional atau terlalu idealis karena kita hidup di dunia nyata," ujarnya.

2. Kekayaan alam Nusantara yang selalu jadi incaran

Prabowo.jpg
Presiden Prabowo Subianto saat memberi salam pada acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di SICC Bogor, Senin (2/2/2026). IDN Times/Linna Susanti.

Prabowo mengingatkan sejarah kelam penjajahan yang menimpa Indonesia. Ia menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam kita adalah magnet bagi bangsa lain, sehingga kewaspadaan adalah harga mati.

"Mereka datang bukan untuk wisata; awalnya mereka datang untuk berdagang, lalu mereka menjajah karena melihat kekayaan kita. Kita tidak menginginkan perang, tetapi kita harus selalu siap untuk perang (Si vis pacem, para bellum). Kita tidak berniat mengancam siapa pun, tetapi sejarah membuktikan kita selalu diganggu," ungkap Prabowo.

3. Keluhuran budi rakyat Indonesia yang tak tertandingi

Prabowo.jpg
Presiden Prabowo Subianto saat memberi salam pada acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di SICC Bogor, Senin (2/2/2026). IDN Times/Linna Suaanti. Kemensos RI, Robben Rico saat meninjau lahan sekolah rakyat di Rancamaya, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/1/2026). IDN Times/Linna Susanti.

Di tengah kerasnya peta politik dunia, Prabowo memuji karakter asli bangsa Indonesia yang tetap ramah meski dalam keadaan sulit. Ia menceritakan kisah Presiden Singapura saat tersesat di Sulawesi Selatan sebagai bukti nyata.

"Keluarga itu sangat miskin, hanya makan nasi dengan lauk pisang. Namun, piring nasi dan pisang itu diberikan terlebih dahulu kepada tamu. Ini adalah sifat asli bangsa kita. Meskipun hidup sulit, kita tetap mendahulukan kepentingan tamu. Itulah keluhuran budi rakyat Indonesia," tutup Prabowo.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More

Tokoh Oposisi Venezuela Pede Bisa Jadi Presiden Gantikan Maduro

02 Feb 2026, 19:05 WIBNews