Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, keberadaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mulai menunjukkan peran dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional.
Prabowo menyebut Danantara akan mempercepat pembiayaan pembangunan, khususnya untuk investasi dan modal kerja guna mempercepat industrialisasi di Indonesia.
Hal itu Prabowo sampaikan pada Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027, dalam rapat paripurna ke-19 masa persidangan V Tahun sidang 2025-2026.
"Danantara akan mempercepat pembiayaan pembangunan, khususnya investasi dan modal kerja untuk percepatan industrialisasi. Kita harus industrialisasi. Kita harus bikin mobil kita sendiri, kita harus bikin motor kita sendiri, kita harus bikin televisi, komputer, handphone kita sendiri," kata Prabowo dalam pidatonya di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Prabowo menegaskan, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi negara lain. Untuk mendukung target tersebut, dia mengaku telah mengumpulkan para profesor dan pakar untuk ikut berkontribusi dalam mewujudkan industrialisasi nasional.
"Kita tidak boleh hanya jadi pasar untuk bangsa lain. Dan kita akan lakukan. Saya sudah kumpulkan profesor-profesor kita, saya sudah kumpulkan pakar-pakar kita. Saya katakan pengabdianmu untuk bangsa, wujudkan hal ini. Tidak boleh kita menyerah, tidak boleh kita rasa rendah diri," paparnya.
Dia kemudian menyinggung pembentukan Danantara sebagai dana kedaulatan atau sovereign wealth fund (SWF) Indonesia yang resmi dibentuk pada 2025. Prabowo mengatakan, Danantara memiliki arti energi, kekuatan, dan masa depan bagi Indonesia.
Menurut dia, Danantara saat ini mengelola kekayaan senilai lebih dari 1.000 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Prabowo juga menyebut pemerintah terus menemukan berbagai aset negara, mulai dari tanah, gedung, hingga aset lainnya yang nilainya disebut sangat besar.
"Kita terus menemukan tanah milik negara, aset milik negara, gedung milik negara yang nilainya tidak sedikit, tidak sedikit," kata Prabowo.
