Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, ada pihak-pihak yang tidak mendukung kebijakan mandatori biodiesel B50 karena kepentingan impor solar. Penghentian impor solar membuat peluang memperoleh komisi dari kegiatan impor ikut hilang.
B50 adalah bahan bakar biodiesel campuran 50 persen bahan bakar nabati (BBN) berbasis sawit (FAME) dan 50 persen bahan bakar solar.
Prabowo menyebut, penghematan yang dihasilkan dari penghentian impor solar mencapai Rp170 triliun berkat program B50. Dia kemudian menyinggung besarnya nilai komisi yang bisa diperoleh jika impor tetap dilakukan.
"Pokoknya mereka enggak mau kita B50. Karena dia mau supaya impor. Dia mau impor-impor, di situ dia ambil komisi. Bayangkan, Rp170 triliun. Kalau komisinya 20 persen, berapa itu? Rp34 triliun dimakan hanya beberapa belas orang," katanya dalam peresmian sejumlah bendungan, Jumat (10/7/2026).
