Comscore Tracker

Saingi China, Biden Gelontorkan Rp4 Ribu Triliun untuk Industri Chip

Industri chip AS tertinggal dibanding Asia Timur

Jakarta, IDN Times - Chip adalah salah satu komponen utama semikonduktor untuk perangkat elektronik seperti ponsel pintar, komputer, game konsol atau bahkan kendaraan listrik. Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, pada Selasa (9/8/2022) menandatangani RUU untuk meningkatkan manufaktur teknologi tersebut.

Dana yang dirancang dalam RUU adalah senilai 280 miliar dolar atau sekitar Rp4.164 triliun. Itu akan menjadi dorongan meningkatkan daya saing AS atas China. Industri AS sendiri telah bergantung pada produk semikonduktor dari negara lain dan rencana ini adalah upaya mengurangi ketergantungan itu.

Baca Juga: Apple Minta Pemasok Taiwan Labeli Produk Buatan China

1. Sekali investasi untuk satu generasi

Saingi China, Biden Gelontorkan Rp4 Ribu Triliun untuk Industri Chipilustrasi (Unsplash.com/Christian Wiediger)

Asia Timur, khususnya Taiwan adalah produsen chip terkemuka yang telah mendominasi pasar global. Kebangkitan China juga telah membuat negara itu menjadi salah satu produsen chip besar lainnya.

Upaya yang dilakukan Joe Biden dengan menandatangani RUU senilai Rp4.164 triliun adalah untuk meningkatkan industri chip dan mengurangi ketergantungannya dari negara lain. Investasi besar itu tidak akan terlihat hanya dalam waktu dekat, tapi bertahun-tahun kemudian.

Melansir Associated Press, Biden menjelaskan bahwa dalam beberapa dekade dari saat ini, orang-orang akan kembali melihat momen bersejarah penandatanganan tersebut, sebuah upaya untuk meningkatkan manufaktur semikonduktor AS.

"CHIPS and Science Act adalah investasi sekali dalam satu generasi di Amerika sendiri," kata Joe Biden.

Baca Juga: Rusia Beri Sanksi ke Perusahaan Teknologi AS, WhatsApp hingga Tinder

2. AS tertinggal dalam produksi Chip dari Asia Timur

RUU yang ditandatangani Presiden Biden di luar Gedung Putih dan dihadiri oleh ratusan orang, termasuk eksekutif perusahaan teknologi, dijuluki sebagai Chips and Science Act.

Dalam RUU tersebut, melansir CNBC, terdapat pula kredit pajak untuk mendorong investasi dalam manufaktur semikonduktor. Ini juga menyediakan puluhan miliar dolar untuk mendanai penelitian dan pengembangan ilmiah serta untuk memacu inovasi dan pengembangan teknologi AS lainnya.

Dengan investasi raksasa itu, Gedung Putih berharap akan ada lebih dari 8 ribu pekerjaan baru dan meningkatkan pangsa pasar AS di sektor industri semikonduktor. Menurut Gedung Putih, AS hanya memproduksi sekitar 10 persen pasokan semikonduktor dunia. Sedangkan Asia Timur yang raksasa, menyumbang sekitar 75 persen dari total produksi global.

Dari sejumlah besar uang yang direncanakan, sebanyak 53 miliar dolar atau Rp773,1 triliun secara khusus akan dialokasikan untuk mendukung industri semikonduktor, yang memproduksi chip kecil yang menggerakkan segala sesuatu mulai dari ponsel cerdas, komputer, hingga mobil.

Baca Juga: ASEAN-China Kerja Sama Cari Solusi Dongkrak Industri Penerbangan

3. Industri yang dapat bantuan harus sepakat tidak memproduksi chip di China

Saingi China, Biden Gelontorkan Rp4 Ribu Triliun untuk Industri Chipilustrasi (Unsplash.com/Daniel Pantu)

Dalam dua tahun terakhir, telah terjadi kelangkaan chip yang secara langsung mengganggu banyak industri termasuk industri senjata api, mesin cuci dan kendaraan. Melansir Al Jazeera, kelangkaan chip itu berdampak pada industri mobil dan truk di Michigan, AS,  yang membuat ribuan unit tertunda untuk diproduksi karena menunggu chip.

Berbagai bisnis yang akan menerima bantuan dari pemerintah AS, harus sepakat tidak mengembangkan pembuatan produk semikonduktor mereka di neagra China. China sendiri telah melobi dan menentang RUU tersebut dengan mengatakan itu merupakan mentalitas Perang Dingin.

Dikutip dari The Verge, Sekretaris Departemen Perdagangan Gina Raimondo pada bulan Juli memperingatkan, AS bisa kehilangangan kesempatan untuk memproduksi lebih banyak chip jika tidak segera melangkah.

"Perusahaan semikonduktor perlu mendapatkan 'beton di tanah' pada musim gugur ini untuk memenuhi permintaan yang meningkat ini di tahun-tahun mendatang," kata Raimondo.

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya