Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Purbaya Berencana Tarik Dana Pemda Rp100 T yang Mengendap di Bank
ilustrasi lembaran uang rupiah Indonesia https://www.pexels.com/search/rupiah/
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menarik sekitar Rp100 triliun dana pemda yang mengendap di bank hingga akhir tahun, sambil menunggu sistem transfer daerah diuji.
  • Pemerintah membenahi mekanisme transfer agar dana bisa tersalur lebih merata sejak awal tahun, sehingga pemda tidak perlu menyimpan cadangan kas besar untuk belanja awal tahun.
  • Pemerataan pencairan belanja pusat dan daerah ditargetkan menjaga pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun; dana yang ditarik akan disalurkan kembali kepada pemda pada awal tahun anggaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana pemerintah menarik kembali dana pemerintah daerah (pemda) yang belum terserap hingga akhir tahun. Dana tersebut masih tersimpan di perbankan tersebut diperkirakan mencapai Rp100 triliun.

Purbaya mengatakan, dana mengendap tersebut nantinya dapat ditarik dan disalurkan kembali kepada pemda pada awal tahun anggaran. Namun, rencana itu masih menunggu pembenahan dan pengujian sistem penyaluran transfer ke daerah.

"Yang Rp 100 triliun? Rencananya saya mau ambil," kata Purbaya kepada awak media di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

1. Pemda diharapkan tidak menumpuk cadangan kas terlalu besar

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa (8/9). Dok Fortune Indonesia

Ia menjelaskan saat ini, pemerintah pusat tengah membenahi mekanisme penyaluran transfer ke daerah. Purbaya berharap dana tersebut dapat disalurkan secara lebih merata sepanjang tahun anggaran sehingga Pemda tidak perlu menumpuk cadangan kas dalam jumlah besar.

"Harusnya kan tanggal 2 Januari sudah ditransfer dari pusat, seharusnya tidak perlu cushion (bantalan) sebanyak itu. Tetapi sistemnya belum kita tes, saya belum berani ambil itu. Biar saja dulu di sana sambil kita tes sistem kita," jelas Purbaya.

Menurut Purbaya, Pemda selama ini cenderung menyimpan dana dalam jumlah besar di perbankan hingga akhir tahun. Dana tersebut digunakan sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan belanja pada awal tahun anggaran berikutnya.

Adapun alokasi transfer ke daerah (TKD) pada 2026 mencapai Rp693 triliun. Angka tersebut turun Rp156 triliun dibandingkan alokasi TKD pada 2025 sebesar Rp849 triliun. Sementara itu, alokasi TKD pada 2027 direncanakan kembali meningkat menjadi Rp735 triliun.

2. Belanja pemerintah perlu lebih merata

Ilustrasi penyusunan anggaran (pexels.com/pixabay)

Selain memperbaiki mekanisme transfer ke daerah, pemerintah juga berupaya memperbaiki pola penyerapan belanja pemerintah pusat. Pemerintah ingin pencairan anggaran berlangsung lebih merata sejak awal hingga akhir tahun anggaran. Selama ini, penyerapan anggaran cenderung meningkat secara signifikan menjelang berakhirnya tahun anggaran.

"Kalau kita sistemnya sudah bagus seharusnya enggak ada uang itu. Sama dengan pemerintah pusat harusnya enggak ada SAL (Saldo Anggaran Lebih)," terang Purbaya.

3. Belanja yang merata dapat dorong pertumbuhan ekonomi

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi dan optimisme fiskal(https://www.freepik.com/free-photo/digital-increasing-bar-graph-with-businessman-hand-overlay_13312397.htm#fromView=search&page=1&position=1&uuid=469933c9-44ea-4a3e-8543-158440a31f06&query=growth)

Purbaya menilai, pemerataan belanja pemerintah dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih berkelanjutan sepanjang tahun anggaran. Sebaliknya, penumpukan dana hingga Rp100 triliun justru berpotensi membebani pengelolaan keuangan negara.

Purbaya menjelaskan, dana yang ditarik dari Pemda nantinya dapat disalurkan kembali pada awal tahun anggaran. Dengan mekanisme tersebut, Pemda tidak perlu menyiapkan cadangan kas dalam jumlah terlalu besar.

"Kita ambil lalu, nanti Januari kita salurkan lagi jadi mereka enggak kekurangan uang. Tetapi enggak perlu mem-build up cadangan sebesar itu. Itu yang membebani saya Rp100 triliun," tutur Purbaya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article