Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Purbaya Ungkap Rencana Prabowo Bubarkan Bea Cukai tapi Batal
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Presiden Prabowo membatalkan rencana menggantikan Bea Cukai dengan perusahaan surveyor asing setelah melihat adanya perbaikan signifikan di internal instansi tersebut.
  • Purbaya menyebut perubahan sikap Presiden sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras Dirjen Bea Cukai dan peningkatan kinerja sektor pajak yang naik 30 persen di awal tahun.
  • Meskipun mendapat pujian, Purbaya menegaskan pentingnya menjaga integritas dan konsistensi kinerja agar kepercayaan dari Istana tidak menurun di masa mendatang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya perubahan sikap Presiden Prabowo Subianto terhadap Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Prabowo, dalam rapat sebelumnya menyatakan batal menggantikan peran Bea Cukai dengan perusahaan surveyor swasta, SGS karena melihat adanya progres perbaikan internal yang signifikan.

Purbaya menceritakan sebelumnya Prabowo kerap melontarkan instruksi keras untuk membubarkan instansi tersebut jika tidak kunjung berbenah. Namun, kini Kepala Negara meyakini performa Bea Cukai masih bisa diperbaiki tanpa harus diserahkan ke pihak asing.

"Biasanya aja dia selalu bilang, 'Bea Cukai bubarkan, ganti SGS!' Selalu begitu. Kemarin udah beda. 'Tadinya saya berpikir kita harus menggantikan Bea Cukai dengan SGS, tapi ternyata ada perbaikan'," ungkap Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

1. Apresiasi untuk kinerja tim Bea Cukai

Letjen TNI (purn) Djaka Budi Utama (tengah) bersama pihak Polri-TNI saat memperlihatkan rokok-rokok ilegal yang diamankan (IDN Times/ Fanny Rizano)

Purbaya mengaku sempat merasa tertekan setiap kali pembahasan di Istana menyinggung soal pajak dan bea cukai. Namun, perubahan sikap Prabowo kali ini dianggapnya sebagai penghargaan besar bagi jajaran Kemenkeu.

Dia menegaskan kemajuan yang dilihat Prabowo merupakan buah kerja keras Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama beserta jajarannya. Pengakuan dari Prabowo menjadi sinyal positif bagi keberlangsungan instansi tersebut.

"Itu penghargaan yang luar biasa. Kita belum sampai tapi sudah dilihat ada kemajuannya. Itu karena kerja keras Pak Djaka dan kawan-kawan," ujarnya.

2. Setoran pajak juga meningkat di awal tahun

ilustrasi pajak (vecteezy.com/Suriyawut Suriya)

Tak hanya Bea Cukai, sektor perpajakan juga mendapat sorotan positif. Purbaya menyampaikan Prabowo sempat meragukan efektivitas perbaikan di Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Namun, realisasi penerimaan pajak pada pada awal tahun justru melesat.

"Pajak itu saya pikir tidak bisa diperbaiki, ternyata setelah digebrak-gebrak Januari dan Februari naiknya 30 persen. Itu ucapan Presiden di depan para pimpinan Indonesia waktu itu," tutur Purbaya.

3. Purbaya ingatkan pegawai jaga integritas

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Trio Hamdani)

Meski mendapat pujian, Purbaya mengingatkan seluruh jajaran agar tidak cepat puas. Dia menegaskan apresiasi dari Istana adalah pecutan agar kinerja tahun depan tidak menurun. Jika performa merosot, dia khawatir posisi kementerian akan kembali dalam bahaya.

Dia meminta seluruh pegawai tetap menjaga integritas karena kinerja mereka berdampak langsung pada masa depan NKRI. Purbaya juga berjanji akan lebih sering turun ke lapangan untuk memantau langsung kinerja anak buahnya setelah masa Lebaran usai.

"Jadi pujian itu merupakan penghargaan ke apa yang kita kerjakan selama ini, sekaligus pecutan. Kalau tahun depan turun cilaka kita," katanya.

Editorial Team