Ilustrasi Vaksin COVID-19 (vidc.org)
Beberapa sentimen yang membuat rupiah menguat yakni kekhawatiran kasus COVID-19 secara global dan optimisme pengembangan vaksin terbaru. Kedua adalah harapan terhadap paket stimulus COVID-19 di Amerika Serikat. Hal ini yang menyebabkan beberapa investor menjadi lebih berhati-hati tentang kapan paket bantuan dapat dikirimkan.
"Investor juga mengklarifikasi kemungkinan jadwal sebelum program vaksinasi yang tersedia untuk umum diberlakukan, mendorong harga kembali mendekati paritas dengan harga pada hari Selasa," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, Selasa sore.
Sementara dari dalam negeri, rupiah terdorong oleh sentimen data neraca perdagangan bulan Oktober yang dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS). Di mana Indonesia mencatat surplus melanjutkan bulan sebelumnya, yakni mencapai 3,61 miliar dolar AS sementara bulan sebelumnya surplus 2,39 miliar dolar AS.