Cegah Gangguan Produksi, Uni Eropa Tunda Sanksi Pemasok Chip China

- Uni Eropa menunda sanksi terhadap Yangzhou Yangjie Electronic demi menjaga kelancaran pasokan chip penting bagi industri otomotif di kawasan tersebut.
- Produsen mobil Eropa khawatir stok chip hanya cukup hingga Oktober, sehingga larangan dagang bisa menghentikan produksi pabrik secara tiba-tiba.
- Komisi Eropa mengusulkan masa tenggang sembilan bulan agar produsen punya waktu beralih ke pemasok chip lain sambil menunggu persetujuan 27 negara anggota.
Jakarta, IDN Times - Uni Eropa berencana menunda penerapan sanksi terhadap perusahaan semikonduktor asal China, Yangzhou Yangjie Electronic Technology Co. Komisi Eropa akan mengajukan usulan pencabutan sanksi sementara untuk menjaga kelancaran operasional industri otomotif di kawasan tersebut.
Rencana ini dibuat setelah para pembuat mobil di Eropa memberikan laporan terkait kondisi pasokan barang mereka. Jika larangan transaksi langsung diberlakukan, produsen khawatir ketersediaan chip yang menjadi komponen penting kendaraan akan terputus dan menghentikan jadwal perakitan pabrik.
1. Sanksi awal Uni Eropa berkaitan dengan masalah militer Rusia

Masalah ini berawal dari keputusan Uni Eropa pada April lalu yang memasukkan Yangzhou Yangjie Electronic ke dalam daftar larangan dagang. Perusahaan asal Provinsi Jiangsu, China, tersebut diduga oleh Brussel telah mengirim teknologi dan produk yang bisa dipakai untuk kebutuhan militer Rusia.
Komponen buatan Yangjie dilaporkan ditemukan di dalam pesawat tanpa awak (drone) dan bom yang dipakai dalam konflik di Ukraina. Di sisi lain, pihak Yangjie sudah memberikan bantahan dan menjelaskan kepada publik bahwa semua produk mereka hanya diproduksi untuk kebutuhan masyarakat sipil.
2. Stok chip untuk pabrik mobil diperkirakan hanya cukup hingga Oktober

Ketergantungan industri otomotif Eropa terhadap chip buatan Yangjie sangat tinggi. Tanpa adanya pasokan alternatif dalam waktu dekat, pelaku industri membutuhkan penyesuaian agar pabrik-pabrik perakitan tidak berhenti beroperasi secara mendadak.
"Dalam perundingan, kami mendapat informasi bahwa persediaan chip Nexperia milik banyak pelanggan diperkirakan hanya cukup sampai bulan Juli hingga Oktober, sehingga banyak perusahaan berharap keadaan akan membaik selama waktu tersebut," kata CEO Sand & Silicon, Noureddine Seddiqi, dilansir The Edge Singapore.
3. Komisi Eropa siapkan masa tenggang sembilan bulan sebagai jalan tengah

Sebagai solusi, usulan kelonggaran yang sedang disiapkan akan memberikan masa tenggang selama sembilan bulan. Kebijakan ini bertujuan memberi waktu bagi produsen mobil agar bisa beralih ke penyedia chip lain dengan aman, meski pelaksanaannya masih menunggu persetujuan bulat dari 27 negara anggota Uni Eropa.
"Perusahaan Yangzhou Yangjie Electronic tetap berada dalam daftar sanksi Uni Eropa, tetapi kelonggaran waktu ini akan membantu pembuat mobil menemukan chip pengganti dan mencegah masalah produksi yang serius," kata juru bicara Komisi Eropa.


















