Comscore Tracker

Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp14.335

Rupiah menguat 5 poin sore ini

Jakarta, IDN Times – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada penutupan perdagangan sore ini, Jumat (21/1/2022).

Dikutip dari Bloomberg, rupiah menguat 5 poin ke level Rp14.335 per dolar AS sore ini. Pada penutupan sebelumnya, rupiah berada di level Rp14.340 per dolar.

Baca Juga: Sulit Simpan Uang? 5 Cara Menabung Unik yang Wajib Kamu Coba

1. Penyebab rupiah menguat

Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp14.335Ilustrasi Uang Rupiah (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, rupiah menguat karena dolar melemah disebabkan oleh kekhawatiran bahwa inflasi akan tetap tinggi dan bahwa Federal Reserve AS akan memperketat kebijakan moneternya sehingga memperburuk sentimen investor.

Selain itu, Ibrahim juga mengatakan, dolar melemah karena reli dalam imbal hasil Treasury AS mereda.

"Namun, itu masih menuju minggu terbaik dalam dua bulan," katanya.

2. Dolar berpeluang menguat

Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp14.335Ilustrasi. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Di sisi lain, Ibrahim menyebut bahwa saham AS mengalami aksi jual tajam semalam di jam-jam terakhir perdagangan, sementara saham-saham di Asia turun.

Namun, Ibrahim juga menyebut bahwa beberapa investor memprediksi dolar bisa naik lebih lanjut karena Fed memperketat kebijakan moneternya.

"Mata uang harus terus menguat ke pertemuan Fed minggu depan," katanya, mengutip Westpac dalam catatan klien.

Baca Juga: Sulit Menabung? 5 Kebiasaan Boros Ini Harus Kamu Hentikan

3. Banyak sentimen positif dari dalam negeri

Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp14.335ilustrasi uang rupiah (IDN Times/Umi Kalsum)

Ibrahim menyebut, penguatan rupiah juga terjadi karena ada sentimen positif dari dalam negeri. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis ekonomi Indonesia tumbuh antara 4,7 persen sampai 5,5 persen pada 2022, sejalan akselerasi konsumsi swasta dan investasi.

“Perkiraan ini di tengah belanja fiskal pemerintah dan ekspor yang tetap terjaga, meski risiko kenaikan kasus COVID-19 perlu terus diwaspadai,” katanya.

Selain itu, Ibrahim mengatakan, proyeksi tersebut juga didukung oleh mobilitas yang terus meningkat, sejalan dengan akselerasi vaksinasi, pembukaan ekonomi yang semakin luas dan stimulus kebijakan yang berlanjut.

“Selain itu, kinerja lapangan usaha utama, seperti industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, dan pertanian tumbuh meningkat,” katanya.

Untuk perdagangan Senin depan, Ibrahim mengatakan, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif. Namun, ditutup menguat tipis di rentang Rp14.310-Rp14.370.

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya