Comscore Tracker

Boeing Berupaya Menerbangkan 737 MAX Kembali di Langit Asia

Pesawat 737 MAX telah dilarang terbang hampir dua tahun

Jakarta, IDN Times – The Boeing Company sedang bekerja sama dengan regulator dan pelanggan untuk kembali memungkinkan penerbangan pesawat jenis 737 MAX di langit di Asia, kata Wakil Presiden Pemasaran Komersial Boeing Darren Hulst dalam virtual media briefing, Kamis (25/2/2021).

“Kami terus bekerja sama dengan regulator global dan pelanggan kami untuk mengembalikan 737 MAX ke layanan di seluruh dunia,” kata Hulst.

“Tapi kami akan tunduk kepada regulator secara individu untuk informasi lebih lanjut tentang waktu sertifikasi ulang berdasarkan domisili.”

Baca Juga: Boeing Rekomendasikan Pesawat 777 Tidak Dioperasikan untuk Sementara

1. Larangan terbang

Boeing Berupaya Menerbangkan 737 MAX Kembali di Langit Asia(Ilustrasi Boeing 737 MAX) www.boeing.com

Pesawat jenis 737 MAX telah dilarang terbang (grounded) di langit Asia selama hampir dua tahun setelah terlibat dua kecelakaan yang menelan ratusan korban jiwa. Kecelakaan pertama terjadi di Indonesia pada Oktober 2018 dan kecelakaan kedua di Ethiopia pada Maret 2019.

Namun demikian, saat ini sudah ada sejumlah negara yang memberikan izin terbang kembali pada pesawat itu. Negara itu termasuk Amerika Serikat (AS), Eropa, Inggris, Kanada, Brasil, dan Uni Emirat Arab. Izin diberikan setelah pesawat jenis itu menerima modifikasi teknis dan pelatihan pilot tambahan.

“Sepuluh maskapai penerbangan sekarang mengoperasikan MAX dengan lebih dari 13.500 jam terbang sejak kembali beroperasi,” kata Hulst.

2. Semua negara Asia melarang terbang 737 MAX

Boeing Berupaya Menerbangkan 737 MAX Kembali di Langit Asiatheguardian.com

Menurut Hulst, hingga saat ini semua negara Asia telah menunda persetujuan untuk tebang kembali bagi MAX. Padahal Boeing pada bulan lalu mengatakan pihaknya mengharapkan untuk memenangkan persetujuan peraturan global untuk pesawatnya agar bisa kembali terbang pada paruh pertama 2021.

Menurut the Edge Markets, Tiongkok adalah negara pertama secara global yang melarang terbang MAX dari wilayah udaranya pada 2019. Negara yang dipimpin Presiden Xi Jinping ini belum mengindikasikan kapan akan mencabut larangan tersebut.

Baca Juga: 4 Keluarga Korban Sriwijaya Air SJY-182 akan Gugat Boeing di AS

3. Boeing tetap optimistis

Boeing Berupaya Menerbangkan 737 MAX Kembali di Langit Asia(Ilustrasi pesawat Boeing 737 MAX 8) www.boeing.com

Meski menghadapi kendala dalam hal tersebut, Hulst mengatakan dia tetap optimis tentang permintaan MAX di Asia Tenggara, sebagaimana tertuang dalam proyeksi perusahaan akan bisnisnya dalam 20 tahun ke depan.

Hulst mengatakan perusahaan memproyeksikan akan ada 4.400 permintaan pesawat antara tahun 2020 sampai 2039 dan nilai penjualannya mencapai 700 miliar dolar AS.

Angka itu lebih rendah sedikit dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya yang dibuat sebelum pandemik virus corona menyebabkan penurunan permintaan perjalanan, yaitu sebanyak 4.500 pesawat baru senilai 710 miliar dolar AS antara 2019 sampai 2038.

Baca Juga: Pesawatnya Sering Kecelakaan, Boeing Diminta Ini oleh Bos Emirates

Topic:

  • Rehia Sebayang
  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya