Comscore Tracker

Daftar Negara yang Kembangkan Uang Digital Sendiri, Ada Indonesia?

Totalnya ada 81 negara yang menjajaki CBDC

Jakarta, IDN Times – Tiongkok terus berinovasi dalam hal mengembangkan Mata Uang Digital Bank Sentral (CBDC). Bahkan Tiongkok mengalahkan Amerika Serikat (AS) dalam hal ini.

Hingga kini, Tiongkok telah meluncurkan yuan digital ke lebih dari satu juta warga negaranya, sementara AS sebagian besar masih fokus pada penelitian.

Namun, dalam hal pengembangan CBDC ini, bukan hanya AS dan Tiongkok yang memiliki inisiatif, tapi juga puluhan negara lainnya di dunia.

Sebelum mengetahui negara mana saja yang melakukan pengembangan CBDC masing-masing, ada baiknya mengenal dulu apa itu CDBC.

Baca Juga: BUMN Bakal Ikutan Garap Ekosistem Mata Uang Digital RI

1. Pengertian CBDC

Daftar Negara yang Kembangkan Uang Digital Sendiri, Ada Indonesia?Ilustrasi menabung (IDN Times/Arief Rahmat)

Menurut Atlantic Council, CBDC adalah uang virtual yang didukung dan dikeluarkan oleh bank sentral. CBDC ini dikeluarkan karena cryptocurrency dan stablecoin menjadi lebih populer sekarang ini.

Alasan dibalik pengembangan CBDC adalah karena bank sentral dunia telah menyadari bahwa mereka perlu memberikan alternatif untuk uang tradisional yang mereka terbitkan, atau terancam melihat masa depan uang mereka berlalu begitu saja.

2. Ada 81 negara menjajaki CBDC

Daftar Negara yang Kembangkan Uang Digital Sendiri, Ada Indonesia?Ilustrasi Investasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Menurut laporan yang sama, saat ini ada 81 negara yang sedang menjajaki CBDC. Sebelumnya dalam laporan asli Atlantic Council yang diterbitkan pada Mei 2020, hanya 35 negara yang mempertimbangkan CBDC.

Total 81 negara tersebut mewakili lebih dari 90 persen dari produk domestik bruto (PDB) global. Namun, baru ada lima negara yang kini telah sepenuhnya meluncurkan mata uang digital. Di mana Bahama adalah yang pertama yang meluncurkan CBDC-nya, Bahamian Sand Dollar, secara luas.

Bersama Bahama, negara lain yang sudah mengadopsi CBDC adalah Saint Kitts dan Nevis, Antigua dan Barbuda, Saint Lucia, dan Grenada.

Sementara itu, negara-negara lainnya masih dalam tahap yang lebih awal. Di mana 14 negara dalam tahap Pilot, 16 negara dalam tahap Perkembangan, 32 dalan tahap Riset, 10 dalam kategori Tidak Aktif, dua negara dalam kategori Dibatalkan, dan empat negara dalam kategori Lainnya.

Adapun negara-negara yang masuk tahap Pilot termasuk Swedia dan Korea Selatan. Ini berarti negara-negara ini sekarang berada dalam tahap percontohan dengan CBDC mereka dan mempersiapkan kemungkinan peluncuran penuh.

Baca Juga: Ikuti Jejak Tiongkok, Indonesia Mesti Buat Mata Uang Digital Sendiri

3. Daftar lengkap negara yang kembangkan CBDC

Daftar Negara yang Kembangkan Uang Digital Sendiri, Ada Indonesia?Ilustrasi Transaksi. (IDN Times/Arief Rahmat)

1. Peluncuran

- Bahama

- Saint Kitts dan Nevis

- Antigua dan Barbuda

- Saint Lucia

- Grenada

2. Pilot

- Swedia

- Lithuania

- Ukraina

- Arab Saudi

- Uni Emirat Arab

- Tiongkok

- Korea Selatan

- Hong Kong

- Thailand

- Singapura

- Anguilla

- Montserrat

- Dominica

- Saint Vincent dan Grenadines

3. Perkembangan

- Kanada

- Brazil

- Prancis

- Nigeria

- Afrika Selatan

- Mauritius

- Jepang

- Bahrain

- Rusia

- Turki

- Israel

- Lebanon

- Zona Euro

- Jamaika

- Haiti

4. Riset

- Chile

- Honduraz

- Belize

- Amerika Serikat

- Islandia

- Inggris

- Norwegia

- Belanda

- Estonia

- Italia

- Spanyol

- Tunisia

- Maroko

- India

- Belarusia

- Jerman

- Kazakhstan

- Georgia

- Iran

- Kuwait

- Pakistan

- Kenya

- Rwanda

- Ghana

- Madagaskar

- Eswatini

- Taiwan

- Filipina

- Indonesia

- Australia

- Selandia Baru

- Palestina

5. Tidak aktif

- Sint Maarten

- Curacao

- Trinidad dan Tobago

- Venezuela

- Uruguai

- Finlandia

- Denmark

- Mesir

- Korea Utara

- Malaysia

6. Dibatalkan

- Senegal

- Ekuador

7. Lainnya

- Kamboja

- Palau

- Negara Federasi Mikronesia

- Kepulauan Marshall

Baca Juga: Bukan Nyaingin Cryptocurrency, BI Bakal Terbitkan Mata Uang Digital

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya