Comscore Tracker

Harga Saham GOTO Turun di Bawah Harga IPO

Investor khawatir akan bernasib seperti BUKA

Jakarta, IDN Times – Harga saham GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) terus mencatatkan penurunan, bahkan sahamnya berada di bawah harga initial public offering (IPO) pada Jumat (22/4/2022).

Pada penutupan perdagangan sesi I hari Jumat kemarin, harga saham GOTO tercatat berada di level Rp338 per saham atau melemah 1,18 persen.

Baca Juga: GoTo IPO, Nilai Kapitalisasi Bursa Catat Rekor Baru Rp9.405 Triliun 

1. Dikhawatirkan bernasib seperti Bukalapak

Harga Saham GOTO Turun di Bawah Harga IPOCEO Grup GoTo, Andre Soelistyo dalam IPO GoTo pada Senin (11/4/2022). (dok. GoTo)

Penurunan harga saham yang dibawah harga IPO itu menimbulkan kekhawatiran bahwa sahamnya akan berakhir seperti saham Bukalapak (BUKA).

Hal itu karena keduanya sama-sama perusahaan teknologi, dan juga masih mencatatkan kerugian dalam laporan keuangannya.

2. Saham BUKA anjlok

Harga Saham GOTO Turun di Bawah Harga IPOCEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin bersama dengan para pembicara berdiskusi secara virtual pada acara Temu Virtual Media "Semua Bisa Untung - Tingkatkan Ekonomi Lewat Jualan Produk Virtual Mitra Bukalapak" di Jakarta (30/9). (Dok. IDN Times)

IPO GOTO memang kerap dibandingkan dengan IPO Bukalapak. Sebelumnya pada Agustus 2021 lalu, saham BUKA sempat menjadi pusat perhatian karena jatuh ke level auto rejection bawah (ARB).

ARB yang dialami saham BUKA membuat para investor ritel berang dan melampiaskan emosinya di kolom komentar laman Google Play Store Bukalapak. Mereka marah lantaran menganggap Bukalapak tidak bisa mempertahankan performa sahamnya dengan baik pada hari ketiga mereka melantai di bursa.

Baca Juga: Apa Dampak IPO Goto untuk Mitra Driver dan Konsumen?

3. Tanggapan Bukalapak

Harga Saham GOTO Turun di Bawah Harga IPOLogo Terbaru bukalapak. (dok. bukalapak)

Kekacauan yang terjadi sampai membuat PT Bukalapak.com Tbk angkat suara. VP Corporate Affairs PT Bukalapak.com Tbk, Siti Sufintri Rahayu, melalui keterangan tertulis kepada IDN Times pada saat itu mengatakan apa yang terjadi dengan harga saham merupakan murni mekanisme pasar.

“Sebagai informasi, transaksi saham Bukalapak di bursa saham setelah melakukan listing murni merupakan mekanisme pasar,” ujarnya dalam pernyataannya.

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya