Comscore Tracker

Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp14.060 Pagi Ini

Rupiah diprediksi menguat di penutupan

Jakarta, IDN Times – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan pagi ini, Senin (18/10/2021).

Dikutip dari Bloomberg, rupiah dibuka menguat 14 poin ke level Rp14.060 per dolar AS pagi ini. Pada penutupan sebelumnya rupiah berada di level Rp14.074 per dolar.

Baca Juga: 4 Keuntungan Menabung sejak Dini, Biar Gak Nyesel yuk!

1. Rupiah diprediksi menguat di penutupan

Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp14.060 Pagi IniIlustrasi. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Pengamat Pasar Keuangan Ariston Tjendra mengatakan nilai tukar rupiah berpotensi menguat di penutupan nanti.

“Rupiah mungkin masih berpeluang menguat Senin ini dengan momentum penguatan yang diperoleh di akhir pekan kemarin,” ujarnya.

2. Ekonomi pulih dorong nilai rupiah

Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp14.060 Pagi IniIlustrasi Dollar Dan Rupiah (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Selain itu, Ariston mengatakan bahwa sentimen pasar terhadap risiko juga sedang membaik dengan kenaikan indeks saham global di akhir pekan kemarin yang didukung oleh membaiknya laporan pendapatan perusahaan terbaru.

“Ini mengindikasikan pemulihan ekonomi di tengah pandemi,” jelasnya.

Baca Juga: Sulit Simpan Uang? 5 Cara Menabung Unik yang Wajib Kamu Coba

3. Tapering bisa terjadi dalam waktu dekat

Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp14.060 Pagi IniIlustrasi Uang (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Di sisi lain, Ariston menjelaskan bahwa pasar akan mewaspadai kenaikan yield obligasi pemerintah AS yang kembali mendekati 1,6 persen karena membaiknya data penjualan ritel AS yang dirilis akhir pekan lalu. Ariston mengatakan bahwa kenaikan yield ini mengindikasikan antisipasi pasar terhadap kemungkinan pemberlakuan tapering dalam waktu dekat.

“Hal ini bisa mendorong penguatan dolar AS,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pagi ini sekitar pukul 9.00 WIB, data produk domestik bruto (PDB) China kuartal ketiga bisa menjadi market mover. Bila data dirilis di bawah ekspektasi 5 persen, aset berisiko disebutnya bisa tertekan, termasuk rupiah dan sebaliknya.

“Potensi penguatan ke kisaran Rp14.020, dengan potensi pelemahan ke arah Rp14.100,” katanya.

Baca Juga: Mirip Banget! Ini 3 Perbedaan Uang dan Mata Uang 

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya