Comscore Tracker

IHSG Awali Pekan Tanpa Senyuman, 8 Saham Ini Berpotensi Menguat

IHSG dibuka stagnan pada level 7.040,7

Jakarta, IDN Times - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami stagnansi pada pembukaan perdagangan awal pekan atau Senin (3/10/2022). IHSG tercatat ada pada level 7.040,7 pada pembukaan perdagangan pagi ini.

Berdasarkan data RTI pukul 09.10 WIB, IHSG terus terjun bebas ke zona merah dengan bertengger pada level 7.015,7,  melemah 25,010 poin atau minus 0,36 persen dibandingkan posisi akhir pekan lalu

Sebelumnya pada perdagangan Jumat (30/9/2022), IHSG ditutup menguat tipis 4,60 poin atau 0,07 persen pada level 7.040,7.

Baca Juga: IHSG Rebound Tipis di Akhir Pekan, 5 Saham Ini Terus Alami Peningkatan

1. Pergerakan IHSG pagi ini

Data RTI per pukul 09.10 WIB menunjukkan, level terendah IHSG pada pagi ini adalah 6.995,06. Sementara level tertingginya adalah 7.040,7.

Secara keseluruhan hingga pukul 09.10 WIB, investor membukukan transaksi sebesar Rp1,127 triliun dengan volume transaksi yang diperjualbelikan sebesar 2,307 miliar lembar saham dengan frekuensi perdagangan sebanyak 125 ribu kali.

Selain itu, sebanyak 194 saham menguat, 230 saham melemah, dan 177 saham stagnan alias tidak mengalami perubahan.

Baca Juga: Investasi atau Trading Saham, Mana yang Lebih Menguntungkan?

2. Pergerakan indeks saham

Pelemahan IHSG pada perdagangan pagi ini diikuti oleh mayoritas indeks saham unggulan yang juga terpuruk di zona merah. Berikut datanya.

  • LQ45 melemah 0,26 persen ke level 1.008,813
  • IDX30 melemah 0,29 persen ke level 533,047
  • IDX80 melemah 0,30 persen ke level 141,249
  • IDXESGL melemah 0,18 persen ke level 143,227
  • IDXQ30 melemah 0,31 persen ke level 166,312

Baca Juga: Indeks: Pengertian, Macam dan Nomor Indeks

3. Saham-saham yang menguat pagi ini

Berdasarkan data RTI, ada sejumlah saham yang menunjukkan penguatan di tengah anjloknya IHSG pagi ini dan bisa dijadikan sebagai watchlist para investor. Berikut di antaranya:

  1. PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP)
  2. PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR)
  3. PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE)
  4. PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN)
  5. PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI)
  6. PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO)
  7. PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA)
  8. PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT)

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya