Comscore Tracker

Rupiah Perkasa Seharian di Tengah Melonjaknya Kasus COVID-19

Rupiah lanjutkan penguatan pada pembukaan tadi pagi

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kurs rupiah berhasil melanjutkan tren positifnya pada penutupan perdagangan akhir pekan atau Jumat (28/1/2022).

Mengutip Bloomberg, kurs rupiah menguat 15 poin atau 0,10 persen ke level Rp14.374 per dolar AS pada penutupan perdagangan sore ini.

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Kamis (27/1/2022), kurs rupiah anjlok hingga 36 poin ke level Rp14.389 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp14.378

1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI

Rupiah Perkasa Seharian di Tengah Melonjaknya Kasus COVID-19IDN Times/Hana Adi Perdana

Sementara itu, berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) pada Jumat (28/1/2022), nilai tukar rupiah tercatat sebesar Rp14.381 per dolar AS.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kurs rupiah pada Kamis (27/1/2022) yang ada di level Rp14.385 per dolar AS.

Baca Juga: Imbas Ketegangan Geopolitik Rusia-Ukraina, Rupiah Berpotensi Tertekan

2. Penguatan rupiah di luar dugaan

Rupiah Perkasa Seharian di Tengah Melonjaknya Kasus COVID-19Ilustrasi Kurs Rupiah. (IDN Times/Aditya Pratama)

Awalnya rupiah diproyeksi melemah lantaran masih adanya ekspektasi kebijakan pengetatan moneter AS tahun ini.

Selain itu, pertumbuhan data produk domestik bruto (PDB) AS kuartal-IV yang dirilis semalam hasilnya 6,9 persen, lebih bagus dari ekspektasi pasar yang hanya sebesar 5,5 persen. Ini juga membantu penguatan dolar AS terhadap nilai tukar lainnya.

"Data ini menunjukkan bahwa ekonomi AS di tengah pandemik ini siap menerima kebijakan pengetatan moneter AS," kata Pengamat Pasar Keuangan, Ariston Tjendra dalam keterangan tertulisnya, Jumat pagi.

3. Kenaikan kasus COVID-19 di dalam negeri tak pengaruhi kurs rupiah

Rupiah Perkasa Seharian di Tengah Melonjaknya Kasus COVID-19Ilustrasi Virus Corona. (IDN Times/Aditya Pratama)

Penguatan pada penutupan perdagangan hari ini juga jadi bukti bahwa kenaikan kasus COVID-19 tak mampu menekan rupiah.

Pelaku pasar masih belum merasa khawatir soal kenaikan kasus COVID-19 dalam beberapa hari belakangan ini.

Baca Juga: 5 Langkah yang Perlu Dilakukan Jika Positif COVID-19

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya