Comscore Tracker

Ternyata Ini Asal Mula Rencana Proyek Bukit Algoritma

Budiman Sujatmiko beberkan alasannya bikin proyek ini

Jakarta, IDN Times - Warganet sedang asyik membahas rencana pembangunan Bukit Algoritma di Sukabumi, Jawa Barat, yang disebut-sebut bakal jadi Silicon Valley-nya Indonesia. Salah satu respons negatif yang banyak disampaikan warganet adalah bahwa pembangunan itu bakal sia-sia belaka lantaran sumber daya manusia (SDM) lokal dianggap belum memadai untuk perkembangan teknologi di sana.

Anggapan itu disanggah Budiman Sudjatmiko, selaku Ketua Pelaksana PT Kiniku Bintang Raya KSO yang bersepakat membangun Bukit Algoritma bersama PT Amarta Karya (AMKA). Politikus PDIP itu justru menyebut pembangunan Bukit Algoritma ini didasari dari banyaknya SDM berkualitas Indonesia.

Rencana pembangunan itu, menurutnya, lahir dari kenyataan bahwa banyak SDM ahli Indonesia yang tersedia tapi belum terserap dengan baik. Dia menyebut banyak para peneliti dan periset dalam negeri lulusan lulusan institusi ternama luar negeri yang ingin berkarya di Tanah Air tapi tidak menemukan tempat yang sesuai dan menerima mereka,

Seperti apa kisah yang melatarbelakangi lahirnya rencana proyek pembangunan Bukit Algoritma? Berikut penuturan Budiman Sujatmiko kepada IDN Times.

Baca Juga: Rekomendasi IA-CEPA untuk Tingkatkan Investasi SDM di Indonesia

1. Para ahli lulusan luar negeri ingin bekerja di dalam negeri

Ternyata Ini Asal Mula Rencana Proyek Bukit AlgoritmaIlustrasi Penelitian Ilmiah. IDN Times/Mardya Shakti

Pada 2018 silam, Budiman mengaku dia berkumpul dengan sekitar 211 anak negeri lulusan dari universitas ternama dunia, di antaranya Oxford, Cambridge, MIT, dan Stanford. Budiman menyebut mereka-mereka ini kurang mendapatkan tempat untuk bekerja di Indonesia.

Para SDM ahli lulusan luar negeri ini, kata Budiman, bertanya kepadanya apakah ilmu mereka akan berguna di Indonesia.

"Terus saya mikir, negara sudah membiayai mereka, tapi ilmu yang mereka miliki dan pelajari itu akan laku gak di Indonesia, akan dipakai gak di Indonesia. Nah, saya bilang saya akan pikirkan bagaimana ilmu yang mereka punya ini bisa dipakai di Indonesia karena memang banyak dari mereka ini ilmunya belum terpakai di Indonesia," jelas Budiman saat dihubungi IDN Times, Senin (12/4/2021).

Selain terpakai di Indonesia, Budiman juga memikirkan bagaimana caranya agar SDM unggul Indonesia dapat membuat industri dalam negeri dan asing tertarik.

"Kemudian saya juga berpikir bagaimana pemerintah tertarik menggunakan mereka dan desa-desa yang sudah mendapatkan dana desa dapat memanfaatkan jasa mereka untuk mengembangkan inovasi ekonomi serta teknologi pertanian di pedesaaan," imbuh dia.

2. Ada penawaran pengelolaan lahan seluas 888 hektare untuk Bukit Algoritma

Ternyata Ini Asal Mula Rencana Proyek Bukit AlgoritmaPemandangan kawasan wisata Ciletuh Geopark, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (28/9). (ANTARA FOTO/Nurul Ramadhan)

Gayung pun bersambut pada akhir 2018 ketika sebuah perusahaan di Sukabumi, Jawa Barat, yakni PT Bintang Raya menawarkan Budiman hak pengelolaan atas lahannya yang memiliki luas 888 hektare.

Budiman mengakui, lahan tersebut ditawarkan kepadanya untuk dikelola dan dikembangkan menjadi pusat teknologi berorientasi bisnis dalam upaya menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Lahan itu pun pada dasarnya tidak kosong, melainkan sudah memiliki bangunan seperti hotel, gedung, dan 120 unit rumah yang tidak terawat. Dari segi akses juga sudah terdapat pembangunan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) yang tinggal menyisakan 10 kilometer lagi.

"Kemudian diskusi dengan mereka, kita susun konsep dan kebetulan juga mereka sudah mengurus proses izin ke Pemda Sukabumi, Pemprov Jabar, dan sudah diajukan ke Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk dapat status KEK," ungkap Budiman.

Baca Juga: Ridwan Kamil: Proyek Bukit Algoritma Sukabumi Jangan Hanya Gimmick

3. Bukit Algoritma telah mendapat persetujuan dari Presiden Joko "Jokowi" Widodo

Ternyata Ini Asal Mula Rencana Proyek Bukit AlgoritmaIlustrasi Jokowi (IDN Times/Arief Rahmat)

Pembangunan Bukit Algoritma pun diklaim Budiman telah mendapatkan persetujuan dari orang nomor satu republik ini, yakni Presiden Joko "Jokowi" Widodo. Hal tersebut diakui Budiman selepas pertemuan keduanya pada tahun ini dan 2019 silam.

"Saya sampaikan di Ponorogo ke Presiden Jokowi pas 2019, saya kasih masterplan-nya dan beliau setuju. Kemudian ketemu lagi 2021 dengan Pak Jokowi dan beliau bilang coba untuk carikan investornya," ungkap Budiman.

Hal itu yang kemudian membuat Budiman lekas mencari investor untuk membiayai pembangunan Bukit Algoritma.

Hingga kini, Budiman mengakui telah ada beberapa investor yang tertarik untuk menanamkan dananya di Bukit Algoritma. Investor tersebut kebanyakan datang dari luar negeri dan tertarik untuk menanamkan uangnya dalam pembangunan kawasan Bukit Algoritma.

"Untuk investor kawasan, yang memang masih banyak datang dari luar negeri. Ada investor dari Amerika Utara sudah menyatakan minat dan juga ada dari China. Ini sudah ada surat komitmen yang sudah dikirimkan," kata Budiman.

4. Dana Rp18 triliun disiapkan untuk pembangunan tahap pertama Bukit Algoritma

Ternyata Ini Asal Mula Rencana Proyek Bukit AlgoritmaIDN Times/Helmi Shemi

Lokasi pembangunan Bukit Algoritma telah ditentukan di Cikidang dan Cibadak, Sukabumi serta akan melibatkan PT Amarta Karya (AMKA), BUMN yang bergerak di bidang konstruksi sebagai kontraktor utamanya. Sementara Kiniku Bintang Raya KSO yang kebetulan diketuai oleh Budiman bakal menjadi menjadi pihak yang membangun Bukit Algoritma.

Direktur Utama AMKA Nikolas Agung dan Direktur Utama PT Bintang Raya Lokalestari Dhanny Handoko mengatakan, pada tiga tahun pertama sebagai tahapan awal, nilai total proyek diperkirakan akan mencapai angka 1 miliar euro atau setara Rp18 triliun.

Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kualitas ekonomi 4.0, meningkatkan pendidikan dan penciptaan pusat riset dan pengembangan untuk menampung ide anak bangsa terbaik demi Indonesia bangkit, serta peningkatan sektor pariwisata.

Menurut Nikolas, pengembangan KEK Sukabumi diharapkan bisa meningkatkan infrastruktur pertumbuhan yang tangguh berkelanjutan, dan mewujudkan pembangunan SDM berbasis iptek sebagai salah satu alat dukung penuh pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Investor Asing Sudah Tertarik Berinvestasi di Bukit Algoritma

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya