Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan laju rupiah akan melemah terhadap dolar AS untuk beberapa hari ke depan. Potensi pelemahan ini dipicu oleh sentimen negatif di pasar ekuitas domestik yang masih belum pulih pasca pengumuman perubahan komposisi indeks MSCI Global Standard pada 29 Januari 2026.
Adapun indeks MSCI mengumumkan beberapa perubahan penting yang berdampak pada posisi beberapa saham di pasar Indonesia. Pengumuman ini mempengaruhi sentimen investor yang masih merasa cemas terhadap prospek pasar saham domestik, sehingga menciptakan tekanan jual pada aset-aset lokal, termasuk mata uang rupiah
"Sentimen masih belum pulih di pasar ekuitas domestik menyangkut pengumuman MSCI kemaren. Dengan demikian kisaran rupiah akan berada Rp16.700-Rp16.800 per dolar AS," ujarnya.