Dolar AS Anjlok ke Level Terendah dalam 4 Tahun, Trump Masa Bodoh

- Donald Trump masa bodoh dengan penurunan nilai indeks dolar AS.
- Pejabat AS banyak yang menyukai pelemahan nilai dolar.
- Penurunan nilai dolar AS dipicu kebijakan sembrono Donald Trump.
Jakarta, IDN Times - Nilai indeks mata uang dolar Amerika Serikat dilaporkan anjlok ke level terendah dalam 4 tahun terakhir. Nilai indeksnya menurun jadi sebesar 95,655 dari 100. Ini merupakan nilai terendah sejak Februari 2022.
Sebagai informasi, nilai indeks merupakan satuan ukur yang digunakan untuk mengetahui kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia, yakni euro, yen, pound sterling, dolar Kanada, franc Swiss, dan krona Swedia.
Nilai dasar indeks dolar AS adalah 100. Jika nilainya di atas 100, maka dolar AS sedang menguat. Jika di bawah 100, maka dolar AS sedang melemah. Oleh karena itu, nilai indeks sebesar 95,655 menunjukkan dolar AS sedang melemah terhadap enam mata uang utama dunia.
1. Donald Trump masa bodoh dengan penurunan nilai indeks dolar AS

Alih-alih waspada dan khawatir, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, justru bersikap masa bodoh dengan penurunan nilai indeks dolar AS. Ia mengatakan penurunan tersebut masih dalam batas wajar dan tidak akan mengancam negara. Bahkan, ia menilai nilai dolar AS masih kuat.
"Tidak. Aku pikir itu bagus sekali. Aku rasa nilai dolar AS sangat bagus. Lihat saja bisnis yang kami jalankan. Dolar AS berkinerja sangat baik," ujar Trump pada Selasa (27/1/2026) saat ditanya perihal penurunan dolar AS, seperti dilansir The Strait Times.
Pernyataan ini membuat nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia makin menurun. Di sisi lain, dolar Singapura malah makin menguat. Nilai mata uang tersebut dilaporkan sudah menguat 1,8 persen terhadap dolar AS sejak awal tahun. Selain itu, nilai enam mata uang utama dunia terhadap dolar AS juga dikabarkan menguat.
2. Pejabat AS banyak yang menyukai pelemahan nilai dolar

Kepala Ekonom Bank of Nassau, Win Thin, berpendapat para pejabat di kabinet Donald Trump juga masa bodoh dengan penurunan nilai dolar Amerika Serikat. Sebab, bagi mereka, penurunan nilai dolar AS justru akan memberi dampak baik.
Penurunan nilai dolar AS terhadap nilai enam mata uang utama dunia bisa meningkatkan ekspor produk dari Negeri Paman Sam. Sebab, harga produk ekspor AS ke luar negeri jadi lebih murah sehingga volume ekspor bisa meningkat.
Thin bahkan berpendapat bahwa Trump akan mengeluarkan kebijakan lain yang bisa membuat dolar AS jadi lebih lemah. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan volume ekspor negara tersebut.
“Banyak anggota Kabinet (Donald) Trump justru menginginkan dolar yang lebih lemah agar ekspor menjadi lebih kompetitif. Mereka mengambil risiko yang diperhitungkan. Mata uang yang lebih lemah bisa bagus sampai keadaan menjadi kacau,” jelas Thin.
3. Penurunan nilai dolar AS dipicu kebijakan sembrono Donald Trump

Penurunan nilai dolar Amerika Serikat tentu terjadi bukan tanpa sebab. Para ahli berpendapat bahwa peristiwa ini terjadi karena kebijakan Donald Trump yang sembrono sejak ia menjabat pada Januari 2025 lalu.
Salah satunya adalah kebijakan Trump yang ingin mencaplok wilayah Greenland. Selain itu, kebijakan peningkatan tarif dagang kepada sejumlah negara juga jadi salah satu penyebab nilai dolar AS anjlok.
Kebijakan-kebijakan itu membuat negara-negara di dunia pesimistis. Investor juga jadi takut untuk menginvestasikan uangnya ke dolar AS. Inilah yang kemudian menyebabkan nilai dolar AS menurun ke level terendah sejak 2022.

















