Rupiah Hampir Sentuh Rp16.800 Usai Dolar AS Rebound

- Pernyataan lebih hawkish dari Ketua The Fed Jerome Powell dalam FOMC membuat dolar AS diminati investor, memicu pelemahan rupiah.
- Pelaku pasar mengantisipasi dampak sell-off di pasar ekuitas domestik pada perdagangan sebelumnya
- Dengan sentimen global dan dalam negeri, rupiah diprediksi berada di rentang Rp16.700 hingga Rp16.800 per dolar AS.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan Rabu (28/1/2026) pagi, seiring menguatnya kembali dolar AS usai rapat Federal Open Market Committee (FOMC).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di level Rp16.791 per dolar AS pada pukul 09.57 WIB, melemah 69 poin atau 0,41 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
1. Sinyal hawkish The Fed dorong penguatan dolar AS
Pengamat pasar uang, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah dipicu oleh rebound dolar AS setelah Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, menyampaikan pernyataan yang lebih hawkish dari perkiraan pasar dalam hasil FOMC.
Hawkish adalah sikap bank sentral yang cenderung ketat terhadap kebijakan moneter, khususnya dengan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi tersebut membuat dolar AS kembali diminati investor.
"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang rebound setelah dalam FOMC, Powell memberikan pernyataan yang lebih hawkish dari harapan," kata Lukman.
2. Investor waspadai aksi jual di pasar saham domestik
Selain faktor eksternal, investor juga mencermati kondisi pasar dalam negeri. Lukman menyampaikan pelaku pasar masih mengantisipasi dampak aksi jual atau sell-off yang terjadi di pasar ekuitas domestik pada perdagangan sebelumnya.
Sell-off merupakan kondisi ketika investor ramai-ramai melepas saham, biasanya karena meningkatnya ketidakpastian atau sentimen negatif.
"Investor juga mengantisipasi dan mewaspadai ekuitas domestik yg dimana terjadi sell-off kemarin," ujar Lukman.
3. Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran tertentu
Dengan sejumlah sentimen global dan dalam negeri saat ini, Lukman memperkirakan pergerakan rupiah masih berada dalam tekanan terhadap dolar AS.
Dia memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak di rentang Rp16.700 hingga Rp16.800 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

















