Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat pada level Rp17.883 per dolar AS pada perdagangan Selasa (6/10/2026).
Berdasarkan Bloomberg, rupiah dibuka menguat 16 poin atau 0,09 persen.

Mayoritas mata uang di Asia melemah, rinciannya
Bath Thailand melemag 0,04 persen
Rupee India melemah 0,13 persen
Pesso Filipina melemah 0,01 persen
Won Korea melemah 1,44 persen
Dolar Taiwan melemah 0,07 persen
Analis Pasar Uang Lukman Leong memproyeksikan nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak datar dengan peluang menguat terbatas terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Rabu (7/10).
"Pelaku pasar cenderung menahan diri sambil mencermati sejumlah sentimen penting, terutama rilis data cadangan devisa (cadev) Indonesia serta risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC)," ungkapnya.
Di sisi lain, investor juga menunggu minutes FOMC yang akan dirilis pada malam hari. Risalah tersebut akan menjadi petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.
Dari eksternal, indeks dolar AS terpantau terkoreksi seiring penguatan kembali euro. Pelemahan dolar AS ini berpotensi memberikan ruang bagi mata uang regional, termasuk rupiah, untuk menguat.
Meski demikian, pergerakan rupiah diperkirakan masih terbatas karena investor memilih wait and see sebelum mencermati kedua data tersebut.
"Rupiah diproyeksikan bergerak dalam kisaran Rp17.850-Rp17.950 per dolar AS pada perdagangan hari ini," jelasnya.