Pengamat pasar uang, Lukman Leong, memproyeksikan nilai tukar rupiah masih bergerak di bawah tekanan di tengah ketidakpastian global.
Meski demikian, langkah otoritas pasar modal dalam merespons persoalan indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) dengan mengeluarkan 80 saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diharapkan bisa memperkuat dan memberikan sentimen positif ke pasar modal.
Dengan adanya kebijakan yang diterapkan, perubahan harga saham-saham HSC tidak lagi memengaruhi pergerakan indeks acuan pasar saham Indonesia tersebut.
"Rupiah walau masih penuh ketidakpastian, namun langkah pemerintah yang di antaranya mengeluarkan saham MSC dari IHSG diharapkan bisa memberikan sentimen positif dan dukungan pada rupiah," kata Lukman.