- Bath Thailand melemah 0,48 persen
- Pesso Filipina melemah 0,10 persen
- Dolar Taiwan melemah 0,11 persen
- Yen Jepang melemah 0,12 persen
Rupiah Tak Bertenaga, Ditutup di Rp18.046 per Dolar AS

- Rupiah ditutup melemah 19 poin atau 0,19 persen ke Rp18.046 per dolar AS pada perdagangan Senin, dari posisi Rp18.027 pada penutupan sebelumnya.
- Mayoritas mata uang Asia juga melemah, termasuk baht Thailand 0,48 persen, peso Filipina 0,10 persen, dolar Taiwan 0,11 persen, dan yen Jepang 0,12 persen.
- Tekanan rupiah dipengaruhi kenaikan harga minyak di tengah konflik Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina; sentimen domestik dari OJK serta BEI belum cukup meredakannya.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melanjutkan pelemahan hingga penutupan perdagangan, Senin (19/10/2026) sore. Mata uang Garuda ditutup pada level Rp18.046 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah tercatat melemah 19 poin atau 0,l9 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan akhir pekan lalu (16/10) ditutup pada level Rp18.027 per dolar AS.
1. Rincian pergerakan mata uang di Asia
Mayoritas mata uang tercatat melemah, rinciannya:
2. Rupiah masih bergerak di bawah tekanan
Analis Pasar Uang Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah masih bergerak di bawah tekanan pada perdagangan hari ini.
"Tekanan berasal dari faktor internal dan eksternal, termasuk kenaikan harga minyak dunia di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina," ujarnya.
3. Sentimen domestik belum bisa kerek rupiah
Di sisi domestik, sanksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta proses dengar pendapat (hearing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi membantu memulihkan kepercayaan pelaku pasar. Namun, sentimen tersebut dinilai belum cukup untuk meredakan tekanan terhadap rupiah.
Adapun posisi rupiah pada penutupan perdagangan sore ini, sama dengan pembukaan pagi tadi.


















