Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rupiah Loyo di Awal Pekan, Tembus Rp15.600 per Dolar AS

Rupiah Loyo di Awal Pekan, Tembus Rp15.600 per Dolar AS
Ilustrasi Dollar dan Rupiah (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin (26/12/2022).

Mengutip Bloomberg, kurs rupiah melemah 7 poin ke level Rp15.599,5 per dolar AS pada pembukaan, melanjutkan tren pelemahan pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (23/12/2022), sebanyak 10 poin atau 0,06 persen ke Rp15.592,5 per dolar AS.

Hingga pukul 09.20 WIB, rupiah sudah melemah 42,5 poin atau 0,27 persen ke Rp15.635 per dolar AS.

1. Rupiah melemah karena kenaikan imbal hasil obligasi AS

Analis DCFX Futures, Lukman Leong memproyeksikan mata uang Garuda akan melemah akibat naiknya imbal hasil obligasi AS setelah data inflasi consumer price index (PCI) AS yang lebih tinggi dari perkiraan.

"Namun perlemahan mungkin terbatas di tengah perdagangan yang sepi oleh liburan Natal dan Tahun Baru," ujar Lukman.

2. Ada sejumlah sentimen positif penyebab rupiah menguat

Analis PT Sinarmas Futures, Ariston Tjendra, mengatakan di dalam negeri terdapat sentimen positif dari rencana penghentian Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Ditambah, data-data perekonomian Indonesia masih bagus seperti data inflasi yang mulai terlihat turun, neraca perdagangan yang masih surplus, dan PDB yang diperkirakan tumbuh di atas 5 persen.

"Kebijakan BI menaikan suku bunga acuan untuk mengimbangi kebijakan the Fed juga membantu penguatan rupiah," tuturnya.

3. Proyeksi pergerakan rupiah hari ini

Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada hari ini akan berada di kisaran Rp15.550 hingga Rp15.650 per dolar AS.

Sedangkan, Ariston memperkirakan potensi pergerakan rupiah hari ini di rentang Rp15.560 dengan potensi support di kisaran Rp15.600 per dolar AS.

"Rupiah mungkin bergerak tidak banyak hari ini karena suasana libur Natal," tambah Ariston.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in Business

See More

Bukan Hanya Kenaikan Harga BBM, Ini Sederet Faktor Pemicu Inflasi

05 Apr 2026, 08:02 WIBBusiness