Ilustrasi Dollar Dan Rupiah (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Pengamat pasar keuangan Ariston Tjendra mengatakan pelemahan rupiah terhadap dolar AS terjadi karena dua faktor. Pertama yaitu datang dari The Fed dan kedua berasal dari lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia.
Dari Bank Sentral AS, muncul banyak pernyataan dari para petinggi-petingginya untuk menaikkan suku bunga acuan lebih cepat. Hal tersebut merupakan imbas dari inflasi AS yang cukup tinggi untuk sementara waktu dan diprediksi bakal berlangsung lama.
"Dari dalam negeri, pasar kemungkinan masih mengkhawatirkan kasus COVID-19 yang masih terus menciptakan rekor kasus baru kemarin dan hari ini juga masih tembus di atas 15.000. Pembatasan aktivitas yang lebih lama karena kasus baru masih terus meningkat, bisa menghambat laju pemulihan ekonomi," jelasnya.