Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rupiah Menguat Pagi Ini, Tapi Eskalasi Timur Tengah Masih Membayangi
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Rupiah dibuka menguat ke level Rp17.862 per dolar AS, naik 60 poin atau 0,33 persen pada awal perdagangan Senin pagi.
  • Eskalasi konflik di Timur Tengah antara Iran dan AS masih menjadi tekanan utama bagi rupiah karena memicu ketidakpastian dan potensi kenaikan harga minyak dunia.
  • Pasar merespons positif efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis yang dipangkas menjadi sekitar Rp228,38 triliun untuk menjaga stabilitas fiskal nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pagi ini uang rupiah jadi lebih kuat dari dolar. Tapi ada orang bilang nanti bisa lemah lagi karena di Timur Tengah ada negara Iran dan Amerika yang saling serang. Itu bikin orang takut dan harga minyak bisa naik. Pemerintah juga ubah uang untuk program makan gratis supaya hemat. Sekarang pasar masih lihat-lihat dulu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penguatan rupiah di awal perdagangan menunjukkan bahwa pasar masih memiliki kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi domestik, meski dibayangi ketegangan global. Respons positif pelaku pasar terhadap langkah efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis mencerminkan apresiasi terhadap kebijakan fiskal yang hati-hati dan terukur, memperkuat persepsi bahwa pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan keuangan negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Senin (29/6/2026). Meski dibuka menguat, pergerakan rupiah masih dibayangi sentimen global.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.20 WIB, rupiah berada di level Rp17.862 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan rupiah menguat 60 poin atau 0,33 persen dibandingkan posisi sebelumnya.

1. Eskalasi Timur Tengah masih bayangi rupiah

Pengamat pasar uang Lukman Leong memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS. Menurut dia, tekanan terhadap rupiah dapat berasal dari kembali meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah akibat saling serang antara Iran dan AS.

Kondisi tersebut memicu ketidakpastian terhadap prospek perdamaian di kawasan. Meningkatnya ketegangan geopolitik juga berpotensi mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia, yang menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pelaku pasar.

"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS seiring kembali terjadinya eskalasi di Timur Tengah," ujar Lukman.

2. Pasar sambut positif penyesuaian anggaran MBG

Sementara itu, pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pasar merespons positif langkah pemerintah yang mempertimbangkan efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menjaga stabilitas fiskal atau kondisi keuangan negara.

Dia menjelaskan pagu anggaran MBG dalam APBN 2026 telah dipangkas dari rencana awal Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. Berdasarkan penyesuaian terbaru, alokasi tersebut kembali dipertajam menjadi sekitar Rp228,38 triliun.

"Pasar merespon positif terhadap pemerintah yang mempertimbangkan efisiensi dan pengurangan anggaran lebih lanjut untuk program unggulan Makan Bergizi Gratis," tuturnya.

3. Proyeksi pergerakan rupiah sepanjang hari ini

Lukman memperkirakan rupiah bergerak pada kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS dalam perdagangan awal pekan ini.

Sementara itu, Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.920 hingga Rp17.960 per dolar AS.

Editorial Team

Related Article